Warga Kedungdung Menjerit, LPG 3 Kg Sulit Didapat dan Mahal, Ini Kata Diskopindag Sampang

Berita, Investigasi31 Dilihat

SAMPANG | Tretan.News – Kelangkaan gas elpiji subsidi 3 kilogram (LPG 3 kg) di wilayah Kecamatan Kedungdung, Kabupaten Sampang, kian dikeluhkan masyarakat. Selain sulit didapat, harga jual di tingkat pengecer juga disebut-sebut melampaui Harga Eceran Tertinggi (HET) yang telah ditetapkan pemerintah.

Sejumlah warga mengaku kesulitan memperoleh gas melon di pangkalan resmi. Kondisi ini memaksa mereka membeli dengan harga tinggi bahkan rela membeli di tingkat pengecer dengan harga yang jauh lebih tinggi dari ketentuan.

Situasi tersebut membuat beban ekonomi masyarakat semakin berat, mengingat LPG 3 kg merupakan kebutuhan pokok sehari-hari.

Salah satu warga Kedungdung menuturkan, dalam beberapa pekan terakhir dirinya kerap kesulitan mendapatkan LPG 3 kg di pangkalan tempat biasa membeli.

Kalaupun tersedia, harganya sudah tidak lagi sesuai dengan HET.

“Iya mas, sekarang LPG 3 kg sulit didapat. Kalau pun ada, biasanya dulu Rp19 ribu sampai Rp20 ribu, sekarang bisa Rp23 ribu sampai Rp27 ribu. Bahkan di bawah bisa sampai Rp30 ribu,” ujarnya kepada awak media.

Ia berharap kehadiran aparat kepolisian dan pemerintah dapat memberikan solusi atas persoalan tersebut. Menurutnya, gas LPG 3 kg merupakan kebutuhan vital, sehingga masyarakat tetap membeli meski harga melonjak.

“Harapannya ada solusi dari pemerintah dan polisi. Karena ini kebutuhan, mau tidak mau tetap dibeli walaupun mahal,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengaku khawatir jika kondisi ini terus berlanjut. Bahkan, ia menyebut kemungkinan kembali menggunakan kayu bakar sebagai alternatif untuk memasak.

“Kalau terus naik seperti ini, bisa-bisa kami kembali ke zaman dulu, masak pakai kayu bakar,” tandasnya.

Sementara itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian, dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Syamsul Bahri, saat dikonfirmasi menyampaikan bahwa pihaknya telah melakukan koordinasi dengan bidang terkait untuk menindaklanjuti persoalan tersebut.

“Setelah saya koordinasi dengan Kabid, harga dari Pertamina itu Rp16 ribu ke pangkalan, lalu ke masyarakat sekitar Rp18 ribu. Biasanya dari pangkalan ke pengecer sekitar Rp20 ribu,” ungkapnya, Senin (20/4/2026).

Namun, pihaknya mengaku belum mengetahui secara pasti terkait adanya harga di tingkat bawah yang mencapai Rp23 ribu hingga Rp27 ribu.

Ia menegaskan akan melakukan penelusuran lebih lanjut.

“Di pangkalan mana itu, nanti kami coba koordinasi ke bawah. Yang jelas, harga yang ditetapkan pemerintah tetap mengacu pada ketentuan yang ada,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, menindaklanjuti keluhan masyarakat, Kapolsek Kedungdung Iptu Syafriwanto bersama Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kedungdung telah melakukan pengecekan langsung ke sejumlah pangkalan LPG di wilayah setempat pada Jumat (17/4/2026).

Langkah tersebut dilakukan sebagai respons cepat atas keresahan warga terkait kelangkaan dan lonjakan harga LPG 3 kg.

Dalam temuan di lapangan, selain sulit diperoleh, harga gas subsidi tersebut juga dilaporkan mencapai Rp25 ribu hingga Rp30 ribu per tabung, jauh di atas HET yang ditetapkan sekitar Rp18 ribu.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *