Wabup Gresik Lepas Ekspor Kulit Ikan Hiu ke Hongkong

Berita, Daerah122 Dilihat

Gresik, tretan.news – Wakil Bupati Gresik Aminatun Habibah, melepas ekspor produk UMKM lokal Desa Randuboto, Kecamatan Sidayu, Rabu (27/09). Produk tersebut berupa kulit ikan hiu dan kulit ikan pari.

Produk olahan milik UD. Sinarjaya milik H. Kasdi ini akan diekspor ke Hongkong. Total pengiriman kulit ikan pari dan ikan hiu ini mencapai kontainer dengan volume 5,5 ton senilai 27.OOO US Dollar atau Rp. 450 juta (kurs Rp. 15.000).

Perlu diketahui, produk kulit ikan hiu yang diekspor telah melewati berbagai verifikasi dari Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya II dan dinyatakan legal.

Dalam sambutannya, wabup mengucapkan terimakasih kepada semua pihak yang terlibat atas suksesnya ekspor kali ini. Terutama kepada BKIPM II Surabaya dan Kantor Bea dan Cukai Gresik.

“Saya bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Gresik mengucapkan terimakasih, terutama kepada BKIPM Surabaya II dan Kantor Pengawasan dan Pelayanan Bea Cukai (KPPBC) Gresik karena telah memberikan pembinaan kepada UMKM sehingga produk mereka layak ekspor.” ujar wabup yang akrab disapa Bu Min itu.

Diketahui, produk kulit ikan pari dan hiu ini dapat diekspor setiap 2 bulan sekali. Hal ini juga menjadi keterbatasan sendiri dalam meningkatkan jumlah produksi. Meski demikian, Bu Min optimis UD. Sinarjaya kedepannya dapat berkembang dengan cepat sehingga dapat memenuhi kebutuhan pasar internasional.

“Ini luar biasa, karena setiap 2 bulan sekali kita bisa mengekspor produk ini. Kedepannya, saya harapkan produksi kulit ikan ini dapat ditingkatkan sehingga pasar internasional yang dapat kita jangkau semakin luas,” katanya.

Dalam kesempatan tersebut Bu Min juga bercerita tentang potensi barang mentah yang ada di Indonesia. Menurut pengalamannya, banyak negara-negara luar yang mengambil barang mentah di Indonesia untuk diolah dan dijual kembali.

“Saya pernah mendapatkan oleh-oleh kripik ikan dari Singapura. Setelah saya tanya, ternyata bahan bakunya dari Indonesia. Ini membuat saya sakit hati karena harusnya kita juga bisa seperti mereka,” ungkap Bu Min.

Hal ini menurut Bu Min harus menjadi target UMKM saat ini. Sehingga ketika produk olahan diekspor dapat memiliki nilai lebih saat di pasar internasional. Bu Min juga berharap kedepannya ekspor ini akan berkelanjutan dan tidak berhenti saat ini saja.

“Mudah-mudahan ini tidak menjadi yang pertamakali, tapi ini menjadi awal sebuah kegiatan yang memberikan kemanfaatan bagi semua orang khususnya masyarakat di Randuboto,” tuturnya.

Kepala Seksi Kepatuhan Internal KPPBC Gresik Darmansyah mengatakan, pendampingan ini telah dimulai sejak beberapa tahun yang lalu. Dimulai dengan program klinik ekspor yang diinisiasi oleh Kantor Bea dan Cukai sebagai pendamping UMKM.

“Sejak tahun 2020 kami punya kelas klinik ekspor. Ini sesuai dengan tusi kami sebagai pendamping ekspor umkm dalam negeri. Kami mendidik dan mengajari bagaimana UMKM itu bisa mempunyai kemampuan ekspor.” ujarnya.

Darmansyah juga mengatakan, Kantor Bea dan Cukai Gresik juga dapat memfasilitasi UMKM dalam mencarinya buyer dari luar negeri, seperti Singapura, Hong Kong, dan lain-lain.

Turut serta dalam pelepasan ekspor kali ini, Sekretaris Daerah Kabupaten Gresik Ahmad Washil Miftahul Rahman, Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Surabaya II, Kepala Dinas Kelautan Dan Perikanan M. Nadlelah, Forkopimcam Sidayu, Kepala Desa Randuboto Andhy Sulandra, pelaku UMKM dari UD. Sinarjaya, dan para tamu undangan lainnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *