Sadis ! Mata Siswi SD di Gresik Buta Usai Ditusuk Kakak Kelasnya

Berita, Peristiwa183 Dilihat

Gresik, – Seorang siswi SD kelas 2 di Gresik diduga mengalami tindakan penganiayaan oleh kakak kelasnya. Parahnya, gadis cilik tersebut harus kehilangan salah satu fungsi organ tubuhnya yakni mata. Diketahui, korban mengalami kebutaan permanen setelah matanya dicolok tusuk bakso oleh kakak kelasnya.

Orang tua korban yang tak terima dengan nasib buruk menimpa putrinya lantas melaporkan permasalahn ini kepada polisi. Sebelumnya, ayah korban bernama Samsul Arif yang merupakan warga asal Randu Padangan, Menganti, Gresik itu sempat menunda laporan ke polisi hingga 3 minggu karena diberi harapan palsu oleh sekolah.

“Kejadiannya itu memang 7 Agustus 2023, tapi saya laporkan tanggal 28 Agustus 2023, karena sebelumnya ada mediasi bahwa sekolah akan menunjukkan rekaman CCTV. Tapi ternyata saya diberi harapan palsu,” kata Samsul, Jumat (15/9/2023) kemarin.

Pria berusia 36 tahun tersebut menceritakan setelah membawa putri pertamanya ke rumah sakit dan mengetahui syaraf mata putrinya rusak hingga buta permanen, dia pun berusaha mencari siapa pelakunya. Samsul datang ke sekolah untuk mencari tahu siapa yang telah melukai buah hatinya.

“Setelah membawa anak saya berobat, saya ke sekolah bersama putri saya. Saya mengajak anak saya ke kelas 3 sampai kelas 6 untuk mencari tahu siapa pelakunya,” kata Samsul.

Dia jelaskan pula saat berada di sekolah itu putrinya enggan menunjuk siapa pelaku yang telah melakukan penganiayaan. Menurut Samsul, putrinya ketakutan hingga tidak bisa menunjukkan siapa pelakunya.

“Pas saya ajak itu anak saya kayak takut. Ya kan namanya anak-anak. Sampai sekarang saya nggak tahu itu kakak kelasnya atau orang luar. Karena saat itu memang sekolah lagi menggelar lomba jadi nggak tahu itu orang luar atau murid lain pelakunya,” jelasnya.

Samsul pun memilih melihat kejadian yang sebenarnya lewat sejumlah CCTV di sekolah. Ia pun berupaya mencari tahu ke pihak sekolah dengan bermaksud melihat CCTV yang berada di sekolah. Namun, pihak sekolah mengatakan bahwa tidak bisa memberikan rekaman CCTV kepada orang sembarangan. “Di sekolah kan ada 4 sampai 5 CCTV, saya bilang ke sekolah untuk melihat CCTV. Tapi pihak sekolah tidak boleh ke sembarang orang,” tuturnya.

Lantaran tak bisa mendapatkan rekaman itu Samsul pun melaporkan ke Polsek Menganti untuk meminta pendampingan melihat CCTV itu. Samsul juga meminta bantuan ke Bhabinkamtibmas Polsek Menganti untuk meminta CCTV dan ingin melihatnya bersama-sama.

“Saya sudah minta bantuan pak Bhabin. Tapi Bhabinkamtibmas merespon 4 hari setelah saya meminta bantuan. Tahu-tahu, katanya pak Bhabin sudah melihat CCTV. Padahal saya minta agar dilihat secara bersama-sama. Akhirnya saya lapor ke kepala desa dan Polres Gresik,” kata Samsul.

Min/red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *