Viral di Media Sosial, Air Terjun Cuban Gede Gempol Makan Korban

Berita303 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news — Seorang remaja asal Desa Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ditemukan meninggal dunia setelah tenggelam di kawasan Air Terjun Cuban Gede, Dusun Kepulungan II, Kamis (25/6/2026) malam.

Korban diketahui bernama Dafairus Willy (17), warga Dusun Tamanan, Desa Kepulungan. Tim gabungan menemukan korban sekitar pukul 21.30 WIB setelah melakukan pencarian selama beberapa jam.

Sekretaris Desa Kepulungan, Fahruddin Salim, mengatakan korban ditemukan dalam kondisi terjepit di bawah batu paras di sekitar area air terjun.

“Alhamdulillah sudah ditemukan sekitar pukul 21.30 WIB. Posisinya di bawah batu paras,” ujar Fahruddin.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, korban datang ke lokasi bersama delapan rekannya. Rombongan tersebut menuju Air Terjun Cuban Gede setelah mengetahui lokasi itu ramai diperbincangkan di media sosial.

Salah seorang rekan korban, Verdi (18), mengatakan rombongan tiba di lokasi sekitar pukul 12.30 WIB melalui jalur Desa Wonosari.

Setibanya di lokasi, mereka sempat beristirahat dan makan bersama sebelum sebagian anggota rombongan bermain air di sekitar air terjun.

“Awalnya kami ke lokasi karena penasaran lihat dari dekat. Kan infonya sudah viral di media sosial, jadi pengen ke lokasi,” kata Verdi.

Menurut Verdi, awalnya rombongan bermain di area yang dianggap aman karena kondisi air relatif dangkal dan terdapat bebatuan kecil.

Namun, situasi berubah ketika beberapa anggota rombongan mengalami kesulitan saat berada di dalam air.

“Tiba-tiba situasi menjadi panik. Ternyata dua teman perempuan saya, lalu Aldo dan Nizam minta tolong karena tenggelam,” ujarnya.

Dalam kondisi tersebut, rombongan segera mengevakuasi Nizam yang kondisinya dinilai paling serius ke RS Abyakta Kepulungan.

Setelah itu, mereka menyadari Willy tidak terlihat. Rekan korban sempat melakukan pencarian secara mandiri, tetapi belum menemukan keberadaan korban.

“Kami sempat cek ke rumahnya, ternyata belum pulang. Saya akhirnya balik lagi ke lokasi tapi tetap tidak ketemu,” tutur Verdi.

Pencarian kemudian dilakukan tim gabungan yang terdiri dari Basarnas, BPBD Kabupaten Pasuruan, Tagana, FPRB, PMI, Redkar, Kecamatan Gempol, Pemerintah Desa Kepulungan, serta sejumlah relawan.

Setelah dilakukan penyisiran, korban akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Jenazah korban kemudian dievakuasi dan dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara Tingkat III Pusdik Brimob Watukosek, Gempol, sekitar pukul 22.00 WIB untuk penanganan lebih lanjut.

Sebagai langkah pencegahan, Pemerintah Desa Kepulungan berencana memasang papan peringatan dan larangan mandi di kawasan air terjun tersebut.

“Ke depan rencananya akan kami pasang papan atau banner larangan mandi di lokasi,” pungkas Fahruddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *