BANGKALAN, TRETAN.news – Program rehabilitasi gedung sekolah yang seharusnya menjadi upaya meningkatkan kenyamanan belajar siswa justru menuai sorotan di UPTD SDN Tanjungjati 1, Kecamatan Kamal, Kabupaten Bangkalan.
Hingga April 2026, proyek rehabilitasi ruang kelas yang dimulai sejak Oktober 2025 dilaporkan belum rampung.
Proyek rehabilitasi tersebut diketahui bersumber dari anggaran DAUM Earmark melalui Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan dengan nilai anggaran sebesar Rp329,8 juta.
Namun, kondisi bangunan yang belum selesai dikerjakan menimbulkan keluhan dari masyarakat dan wali murid.
Akibat belum selesainya pembangunan, sejumlah siswa disebut harus mengikuti kegiatan belajar mengajar di luar ruang kelas.
Kondisi tersebut memicu kekhawatiran masyarakat terkait kenyamanan dan keamanan proses belajar siswa.
Kepala Desa Tanjungjati, M. Bardi, mengaku prihatin atas kondisi tersebut. Menurutnya, keterlambatan penyelesaian proyek berdampak langsung terhadap aktivitas belajar para siswa.
“Banyak keluhan dari warga dan wali murid karena siswa harus belajar di luar kelas. Kondisi ini tentu membuat proses belajar menjadi kurang nyaman,” ujar Bardi, Rabu (22/04/2026).
Selain itu, Bardi juga menyoroti sisa material bangunan yang disebut masih berada di pinggir jalan utama desa dan dinilai mengganggu pengguna jalan.
“Sisa material seperti pasir dan kerikil masih berada di tepi jalan akses kabupaten. Hal itu cukup mengganggu kelancaran lalu lintas masyarakat yang melintas,” katanya.
Masyarakat, lanjut Bardi, meminta Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan segera mengambil langkah penyelesaian terhadap proyek rehabilitasi tersebut.
Warga juga meminta evaluasi terhadap pihak pelaksana proyek apabila ditemukan dugaan pelanggaran dalam pelaksanaannya.
Sementara itu, Kepala UPTD SDN Tanjungjati 1, Marmi, menyampaikan bahwa pihak sekolah telah berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan terkait keterlambatan penyelesaian proyek.
“Dari penjelasan dinas, anggaran yang tersedia disebut belum mencukupi sehingga pembangunan belum bisa diselesaikan sepenuhnya. Kami berharap ada solusi agar proses belajar mengajar bisa kembali normal,” ujarnya.
Di sisi lain, Kepala Bidang Pembinaan Sekolah Dasar Dinas Pendidikan Kabupaten Bangkalan, Yusri, mengakui adanya kekurangan dalam perencanaan proyek rehabilitasi tersebut.
“Memang ada kekeliruan dalam perencanaan awal. Anggaran yang tersedia tidak mencukupi untuk menyelesaikan seluruh pekerjaan, sementara pengajuan anggaran lanjutan belum terealisasi pada tahun 2026,” jelas Yusri saat dikonfirmasi awak media.
Meski demikian, pihak Dinas Pendidikan mengaku masih berupaya mencari solusi agar pembangunan rehabilitasi ruang kelas di UPTD SDN Tanjungjati 1 dapat segera diselesaikan.
Hingga berita ini diturunkan, proyek rehabilitasi tersebut masih belum rampung dan masyarakat berharap ada kepastian penyelesaian agar aktivitas belajar siswa kembali berjalan dengan layak dan nyaman.







