Ratusan Nelayan di Gresik Tak Bisa Melaut, Air Sungai Kering Kerontang

Berita158 Dilihat

GRESIK, tretan.news – Ratusan nelayan di Desa Gumeng, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik sementara waktu menghentikan aktivitas pergi melaut untuk mencari ikan demi kebutuhan hidup sehari-hari. Kondisi itu terjadi akibat debit air sungai surut selama beberapa bulan terakhir akibat musim panas kering dampak El Nino.

Perahu-perahu tampak terparkir berjajar rapi di pinggir sungai. Karena tidak bisa melaut, sebagian nelayan bahkan terpaksa mencukupi kebutuhan hidup dengan banting setir beralih profesi sebagai tukang maupun kuli bangunan.

Tokoh masyarakat sekaligus Ketua Nelayan Desa Gumeng, Ahmad Basri mengatakan bahwa para nelayan tidak bisa melakukan aktivitas mencari ikan di laut lantaran air sungai di desa setempat surut sejak dua bulan terakhir.

“Mulai Agustus tapi 1 bulan ini lebih parah karena air bengawan solo surut, jadi air sungai gak bisa naik meskipun laut dalam kondisi Rob besar,” kata Basri pada, Minggu (1/10/2023).

Surutnya air sungai, lanjut Basri, disebabkan karena debit air tidak sampai masuk ke sungai di desa setempat. Sehingga perahu-perahu para nelayan tidak bisa berlayar ke laut untuk mencari ikan. Sejauh ini, total ada 100 lebih nelayan yang terdampak.

“Biasanya kali Gumeng itu tergantung air laut, ketika Rob yo itu Rob, ketika surut ya ikut surut. Tapi sekarang gak begitu, perahu gak bisa mengapung, jadi nelayan gak bisa melaut,” terang dia.

Terpisah, Kepala Desa Gumeng Wahyuddin mengungkapkan bahwa surutnya sungai hingga menyebabkan nelayan setempat tidak bisa melaut terjadi setiap musim kemarau tiba. Salah satu faktornya, yakni sudah puluhan tahun sungai tersebut tidak dinormalisasi hingga mengalami pendangkalan.

“Ini sudah dua sampai tiga bulan nelayan Desa Gumeng tidak bisa melaut karena sungai surut, dan sudah ada sekitar 10 tahun lebih sungai desa kami tidak dinormalisasi, panjang sungai yang membutuhkan normalisasi sekitar 1.700 sampai 2.000 meter,” ujarnya.

Pihaknya pun berharap ada perhatian dan kepedulian pemerintah memberikan solusi terutama terkait normalisasi sungai agar warga yang berprofesi sebagai nelayan bisa tetap melaut meski di musim kemarau. Sebab kondisi ini, jika memaksakan kehendak, mereka terpaksa harus mendorong perahu agar bisa melaut.

“Kalau harus memaksakan ingin melaut ya terpaksa perahunya didorong, secara otomatis itu pun akan menambah biaya,” pungkas dia.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *