Polres Gresik Ringkus Seorang Nelayan jadi Bandar Narkoba di Pulau Bawean

Hukum164 Dilihat

GRESIK, tretan.news – Polres Gresik berhasil meringkus seorang nelayan menjadi bandar narkoba di Pulau Bawean Gresik. Dari tangan tersangka Satreskoba Polres Gresik berhasil menyita 31,6 gram narkotika jenis sabu.

Identitas tersangka SA (44 tahun) beralamatkan warga Desa Pekalongan, Kecamatan Tambak, Kabupaten Gresik. Sehari-harinya berprofesi sebagai nelayan di Pulau Bawean.

Kapolres AKBP Adhitya Panji Anom membeberkan, tersangka diamankan petugas saat sedang di rumah.

“Hasil dari penggeledahan, ditemukan satu plastik klip berisi sabu – sabu seberat 25,40 gram yang disimpan di kotak HP. Kemudian empat plastik klip berisi sabu – sabu siap edar dengan berat masing – masing 2,02 gram, 2,02 gram, 1,88 gram dan 0,20 gram,” tegas Kapolres Gresik saat press release di Mapolres Gresik.

Tersangka bersama barang bukti digelandang ke kantor polisi untuk penyidikan lebih lanjut. Supandi dijerat Pasal 114 Ayat (2) Juncto Pasal 112 Ayat (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

“Ancaman hukuman maksimal 20 tahun penjara,” tegasnya lagi.

Dalam pengakuannya, tersangka SA mengaku menjalankan bisnis haram ini sudah setahun terakhir. Sabu – sabu itu diedarkan dengan harga mulai dari Rp200 ribu perpoket dengan sasaran nelayan dan pekerja yang ada di Pulau Bawean.

“Sabu saya dapat dari Madura. Keuntungan jual sabu untuk menafkahi keluarga, kadang saya pakai sendiri sebelum melaut,” tukasnya sambil menunduk malu di hadapan awak media.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *