PKM FEB UNESA Dorong Budaya Literasi Anak Desa Banyuputih melalui Rumah Baca

Berita, Daerah, Pendidikan124 Dilihat

BONDOWOSO, Tretan.News Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Negeri Surabaya (UNESA) mendorong budaya literasi anak melalui program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM).

Kegiatan bertema “Optimalisasi Budaya Literasi Anak Desa melalui Pemanfaatan Rumah Baca” itu berlangsung pada 16 Agustus 2026 di Desa Banyuputih, Kecamatan Wringin, Kabupaten Bondowoso.

Sebanyak 35 anak berusia 6–9 tahun mengikuti kegiatan tersebut dengan melibatkan perangkat Desa Banyuputih. Para peserta mendapat pendampingan literasi membaca.  Selain itu, masing-masing anak memperoleh dua buku bacaan untuk dibaca di rumah.

Kegiatan PKM tidak hanya berfokus pada aktivitas membaca. Panitia juga mengemas program melalui games edukatif dan permainan tradisional.

Suasana kegiatan berlangsung meriah dan penuh antusiasme. Anak-anak mengikuti seluruh rangkaian kegiatan di Pendopo Desa Banyuputih.

Kepala Desa Banyuputih, Ahmad Syahid, menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan program PKM tersebut. Menurutnya, kegiatan yang melibatkan anak-anak secara langsung di lingkungan desa memiliki manfaat bagi perkembangan generasi muda.

“Program PKM ini sangat bermanfaat untuk kemajuan pemuda ke depan. Kegiatan seperti ini harus sering dilakukan dengan melibatkan anak-anak di pendopo desa, sehingga pendopo menjadi lebih ramai dan tentunya memberikan manfaat bagi masyarakat,” ungkapnya, Kamis (10/09/2026).

Ahmad Syahid juga menjelaskan bahwa Desa Banyuputih merupakan salah satu desa percontohan dalam upaya pencegahan pernikahan usia dini.

Selain itu, Desa Banyuputih juga memiliki sejumlah potensi wisata untuk mendukung pengembangan potensi desa di Kecamatan Wringin, Bondowoso.

Sementara itu, Muhammad Wahyu Ariyanto, dosen S1 Pendidikan Administrasi Perkantoran FEB UNESA, menekankan pentingnya literasi sejak usia dini.

“Pendidikan anak harus dimulai sejak dini, salah satunya melalui budaya membaca. Anak perlu didukung dan diberikan lingkungan yang mendorong mereka untuk mau belajar membaca dan menulis,” kata Muhammad Wahyu Ariyanto.

Ia menambahkan, berbagai upaya meningkatkan kemampuan literasi perlu dilakukan secara kreatif dan menyenangkan.

Menurutnya, permainan edukatif dan permainan tradisional dapat menjadi media alternatif untuk mendukung proses belajar anak.

Kegiatan tersebut juga dapat membantu mengurangi ketergantungan anak terhadap game online, sebagaimana disampaikan dalam kegiatan tersebut.

Program PKM ini menjadi salah satu bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung penguatan literasi masyarakat desa.

Melalui rumah baca, pemberian buku, permainan edukatif, dan keterlibatan pemerintah desa, program ini mendorong kebiasaan membaca di kalangan anak.

Program tersebut sekaligus menunjukkan bahwa peningkatan literasi tidak hanya menjadi tanggung jawab sekolah. Penguatan budaya membaca membutuhkan sinergi antara keluarga, pemerintah desa, masyarakat, dan perguruan tinggi.

Kolaborasi berkelanjutan membuka peluang bagi anak-anak desa untuk berkembang, belajar, dan tumbuh menjadi generasi muda berkualitas.(*)

 

Anak Desa Banyuputih mengikuti kegiatan literasi PKM FEB UNESA

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *