Ketua DPRD Pasuruan Cari Solusi Nasib 300 Pedagang Pasar Kepulungan

Investigasi173 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Ketua DPRD Pasuruan, Samsul Hidayat, meninjau Pasar Kepulungan di Kecamatan Gempol, Selasa (29/9/2026).

​Kunjungan ini merespons musibah kebakaran yang melanda kawasan tersebut.

​Samsul ingin memastikan penanganan pascabencana berjalan cepat dan tepat.

​Tujuan utamanya mencari solusi bagi ratusan pedagang yang terdampak kebakaran.

​Ia berdialog langsung dengan para pedagang pasar di lokasi.

​Samsul mendengarkan keluhan dan menyerap aspirasi mereka secara langsung.

​“Harapan para pedagang bagaimana secepatnya masyarakat ini bisa tetap berjualan,” ujar Samsul.

​Ia berharap roda perekonomian keluarga pedagang tetap berjalan lancar.

​Urusan Perut Pedagang

​Menurut Samsul, masalah ini bukan sekadar kerusakan fisik bangunan pasar.

​Kondisi ini menyangkut kelangsungan mata pencaharian dan ketahanan pangan masyarakat.

​“Ini urusan perut. Bagaimana masyarakat kita itu secepatnya bisa berjualan,” tegasnya.

​Pemerintah daerah mulai berkoordinasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

​Mereka segera melakukan pembersihan dan pembenahan di lokasi pasar.

​Skema Anggaran Darurat

​Pemkab Pasuruan juga menjalin komunikasi dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD).

​Mereka membahas kemungkinan penggunaan dana Belanja Tidak Terduga (BTT).

​Skema anggaran darurat ini disiapkan sesuai ketentuan yang berlaku.

​Jajaran organisasi perangkat daerah (OPD) akan menggelar rapat lanjutan pada Kamis mendatang.

​Rapat tersebut akan membahas teknis penanganan pasar dan skema bantuan.

​Langkah Cepat Pemerintah Desa

​Kepala Desa Kepulungan, Didik Hartono, turut mengambil langkah cepat.

​Pemerintah desa dan pengurus pasar akan segera menemui Bupati Pasuruan.

​“Dalam waktu dekat kami akan menghadap Bupati Pasuruan untuk meminta kepastian,” kata Didik.

​Didik menyebut sekitar 300 pedagang kehilangan tempat berjualan.

​Mereka sangat menggantungkan hidup dari aktivitas di pasar tersebut.

​“Kami berharap ada solusi terbaik agar para pedagang bisa kembali berjualan,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *