Ketua DPRD Kabupaten Pasuruan Mas Dion Menutup Resepsi Hari Jadi Kabupaten Pasuruan 1094 Di Desa Bulusari Gempol

Berita, Daerah, Politik412 Dilihat

Pasuruan, tretan.news – Pada peringatan hari jadi kabupaten Pasuruan yang ke 1094 saat ini di desa Bulusari kecamatan Gempol kabupaten Pasuruan berbagai ragam giat dan hiburan diadakan.

Desa Bulusari adalah tempat dimana prasasti Cungrang yang menandakan berdirinya kabupaten Pasuruan berada. Rangkaian acara peringatan hari jadi ini dimulai pada sabtu dan minggu dengan acara kegiatan festival Suci , seperti pertandingan Olahraga bela diri , sepakbola dan seni tari . (16,17-09-2023)

Dan dihari Senin diadakan Upacara di lapangan desa Bulusari yang pesertanya menggunakan pakaian adat Nusantara . Upacara ini diikuti dari semua elemen masyarakat berbagai unsur yang ada di wilayah kecamatan Gempol dan perwakilan dari pemda kabupaten Pasuruan antara lain Forkompincam Gempol dan 15 ( lima belas) kepala desa beserta perangkat desanya yang ada di wilayah kecamatan Gempol beserta staf kecamatan Gempol. Bertindak sebagai pemimpin upacara adalah camat Gempol bapak Komari. (18-09-2023).

Di malam harinya acara resepsi Hari Jadi Kabupaten Pasuruan yang 1094 ditutup, Mas Dion dengan menabuh gong yang didampingi bapak Syamsul Hidayat (anggota dewan dari fraksi PKB), Kades ibu Nurhayati dan sekdes Arie.

Sebelum acara seremonial ditutup, lalu ditampilkan seni tari dibawakan oleh anak anak yang lucu lucu dibawah naungan Sanggar Solah Cungkrang.

Mas Dion ( yang diharapkan banyak masyarakat kabupaten Pasuruan bisa menjadi Bupati Pasuruan tahun 2024) saat ditemui awak media mengatakan sangat apresiasi sekali dengan tampilan Sandra tari dari Solah cungkrang, karena budaya kita masih ada yang menurunkan ke generasi penerus. Dan itu patut kita dukung, setelah ditabuhnya gong penutup rangkaian acara seremonial.

Barulah acara hiburan dimulai dengan mendatangkan lawak Plencung dan Abioso, mereka berhasil mengocok perut para penonton yang membludak didepan pendopo suci Bulusari. Dilanjutkan dengan acara pagelaran wayang kulit dengan mengambil lakon “Srikandi Mbangun Deso”.

Salah satu panitia yang dihubungi awak media, mas Arie yang juga sebagai sekretaris desa merasa bersyukur acara yang padat dan menguras tenaga ini serta pikiran, terbayar dengan bisa menghibur masyarakat dan berjalan dengan tertib aman dan lancar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *