SMSI Jatim dan Kemendikdasmen Siapkan Kolaborasi untuk Perkuat Sosialisasi Program Pendidikan ke Daerah

Berita, Pendidikan, Tokoh124 Dilihat

JAKARTA, Tretan.News Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Provinsi Jawa Timur dan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) membahas peluang kerja sama pendidikan.

Pembahasan berlangsung saat pengurus SMSI Jatim melakukan kunjungan silaturahmi ke Kompleks Kemendikdasmen, Jalan Sudirman, Senayan, Jakarta, pada Jumat (28/8/2026).

Rombongan SMSI Jatim diterima Direktur Jenderal Pendidikan Anak Usia Dini, Pendidikan Dasar, dan Pendidikan Nonformal dan Informal, Gogot Suharwoto. Pertemuan membahas peluang kerja sama untuk mendukung kemajuan pendidikan dasar di Indonesia, khususnya di Jawa Timur.

Ketua SMSI Provinsi Jawa Timur, Sokip, SH, MH, mengatakan kunjungan tersebut bertujuan mempererat hubungan insan pers dengan pemerintah di bidang pendidikan.

“Kami silaturahmi untuk mempererat kerja sama di kemudian hari. Kami berharap ada program-program yang bisa dikerjasamakan untuk ikut memajukan pendidikan Indonesia, khususnya pendidikan dasar,” kata Sokip dalam rilis yang diterima media ini, Sabtu (29/8/2026).

Menurut Sokip, pers memiliki tanggung jawab sosial untuk mendukung pembangunan pendidikan. Ia mengatakan media tidak hanya menjalankan fungsi penyebaran informasi, tetapi juga dapat menjadi mitra pemerintah dalam menyampaikan program pendidikan kepada masyarakat.

“Kami insan pers juga bertanggung jawab terhadap kemajuan pendidikan di Indonesia. Karena itu, media harus ikut mengambil bagian dalam menyebarluaskan informasi dan mengedukasi masyarakat,” ujar Sokip yang juga tercatat sebagai CEO PT Petisi Pancarkan Nasional, pengelola media online petisi.co. itu.

Kunjungan SMSI Jatim ke jajaran Kemendikdasmen tersebut merupakan kali kedua. Pertemuan lanjutan ini menunjukkan komunikasi yang terus dibangun kedua pihak.

Komunikasi tersebut berlangsung antara organisasi perusahaan media siber dan institusi pemerintah yang menangani pendidikan dasar.

Lebih lanjut, Sokip berharap komunikasi tersebut tidak berhenti pada silaturahmi, tetapi berkembang menjadi program nyata yang memberikan manfaat bagi dunia pendidikan.

Menurut dia, perkembangan teknologi digital membuat media memiliki jangkauan yang semakin luas. Informasi mengenai kebijakan, program, inovasi, dan praktik baik di bidang pendidikan dapat disebarluaskan secara cepat melalui media siber.

Karena itu, kerja sama antara institusi pendidikan dan media dinilai penting untuk memastikan masyarakat memperoleh informasi pendidikan yang benar dan mudah dipahami. Informasi tersebut juga diharapkan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.

Sementara itu, Gogot Suharwoto mengapresiasi kunjungan pengurus SMSI Jawa Timur. Ia menilai keberadaan media penting untuk membantu pemerintah menyosialisasikan berbagai program pendidikan kepada masyarakat, termasuk hingga ke daerah.

“Sosialisasi program-program Kemendikdasmen ke daerah harus dibantu pers. Kebetulan kami aktif berkomunikasi dengan SMSI Jatim,” tegas Gogot.

Menurut Gogot, tantangan pembangunan pendidikan tidak hanya berkaitan dengan penyusunan kebijakan dan pelaksanaan program. Tantangan lainnya ialah memastikan informasi mengenai program pendidikan dapat diketahui dan dipahami masyarakat.

Dalam konteks tersebut, media memiliki posisi strategis sebagai penghubung antara pemerintah, satuan pendidikan, guru, orang tua, peserta didik, dan masyarakat. Media juga dapat membantu mengangkat berbagai praktik baik pendidikan dari daerah agar menjadi inspirasi bagi wilayah lainnya.

Di sisi lain, pemberitaan yang berimbang dapat menjadi bagian dari kontrol sosial terhadap pelaksanaan program pendidikan. Dalam pertemuan tersebut, Gogot menjamu jajaran pengurus SMSI Jatim.

Sokip didampingi Tarmuji S.Pd, M.Ikom, Sekretaris; Yuristiarso SIP, MH, Wakil Ketua Bidang Organisasi. Hadir pula Makruf SIP, MIkom, Wakil Ketua Bidang Riset; Makin Rahmad, Ketua Forum Pimred; dan Budiono Setiawan, Seksi IT.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan pembicaraan mengenai rencana program kerja baru SMSI yang berpotensi dikerjasamakan dengan Kemendikdasmen.

Meski bentuk program kerja sama masih dalam tahap pembicaraan, kedua pihak memiliki pandangan yang sama mengenai keterlibatan media dalam mendukung kemajuan pendidikan.

“Intinya kami menyambut baik kerja sama yang memajukan pendidikan Indonesia,” ungkap Gogot.

Kerja sama tersebut diharapkan menjadi ruang kolaborasi antara dunia pendidikan dan industri media. Kolaborasi terutama diarahkan untuk memperluas penyebaran informasi pendidikan, meningkatkan literasi masyarakat, serta memperkenalkan inovasi dan praktik baik pendidikan dasar.

Bagi SMSI Jatim, kolaborasi tersebut juga menjadi bagian dari komitmen media siber dalam menjalankan fungsi jurnalistik. SMSI Jatim juga menyatakan komitmen untuk memberikan kontribusi konstruktif terhadap pembangunan sumber daya manusia.

Melalui sinergi pemerintah dan pers, informasi pendidikan diharapkan tidak hanya berhenti pada tingkat kebijakan. Informasi tersebut diharapkan dapat sampai kepada masyarakat secara luas dan mendorong keterlibatan publik dalam meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. (*)

 

SMSI Jatim dan Kemendikdasmen membahas kolaborasi pendidikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *