PAMEKASAN, Tretan.News – Jurnalis Muda Pamekasan (JMP) menggelar kegiatan edukasi bertajuk “Mengenal Jurnalistik” di STIS As-Salafiyah Pamekasan, pada Sabtu (18/7/2027).
Kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan literasi generasi muda sekaligus membekali peserta dengan pemahaman dasar jurnalistik agar mampu menghadapi derasnya arus informasi dan maraknya penyebaran hoaks di era digital.
Dalam kegiatan tersebut, JMP menghadirkan Penasihat Jurnalis Muda Pamekasan, Andikur Rahman, sebagai pemateri.
Melalui pemaparannya, ia mengajak peserta memahami bahwa jurnalistik tidak hanya berkaitan dengan kemampuan menulis berita, tetapi juga menjadi sarana membangun pola pikir kritis melalui penyajian informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
“Dunia literasi dan informasi di era digital menghadapi tantangan berat, terutama terkait maraknya penyebaran berita bohong atau hoaks,” kata Andikur Rahman saat menyampaikan materi.
Menurutnya, derasnya arus informasi yang berkembang melalui berbagai platform digital menuntut masyarakat, khususnya generasi muda, memiliki kemampuan memilah informasi yang benar dan yang belum terverifikasi.
Oleh karena itu, pemahaman terhadap prinsip-prinsip dasar jurnalistik menjadi bekal penting agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
Andikur menegaskan bahwa jurnalistik bukan sekadar aktivitas menulis ataupun mengunggah informasi di media sosial. Lebih dari itu, jurnalistik merupakan disiplin ilmu yang menjunjung tinggi kebenaran demi kepentingan publik.
“Jurnalistik adalah sebuah disiplin ilmu yang mengutamakan kebenaran demi kepentingan publik,” ujarnya.
Tekankan Pentingnya Verifikasi
Dalam pemaparannya, Andikur menjelaskan tiga prinsip utama yang harus dimiliki setiap insan jurnalistik agar informasi yang dipublikasikan tetap berkualitas dan dapat dipercaya masyarakat.
Prinsip pertama adalah verifikasi. Menurutnya, setiap produk jurnalistik wajib memenuhi unsur 5W+1H (what, who, when, where, why, dan how). Namun yang tidak kalah penting adalah proses check and re-check atau konfirmasi kepada pihak-pihak terkait sebelum informasi dipublikasikan.
“Yang paling krusial di era sekarang adalah proses check and re-check. Informasi tidak boleh langsung ditelan mentah-mentah tanpa adanya klarifikasi dari pihak-pihak terkait,” tegasnya.
Ia menjelaskan, proses verifikasi menjadi pembeda utama antara karya jurnalistik dengan informasi yang beredar bebas di media sosial yang sering kali belum melalui proses pengecekan fakta.
Akurasi Harus Diutamakan
Prinsip kedua yang disampaikan Andikur adalah pentingnya mengedepankan akurasi dibandingkan kecepatan.
Menurutnya, perkembangan media digital telah mendorong persaingan dalam menyampaikan informasi secara cepat. Namun, kondisi tersebut tidak boleh mengorbankan ketepatan data demi mengejar jumlah pembaca.
“Berita yang salah atau tidak akurat justru akan menyesatkan masyarakat,” paparnya.
Ia mengingatkan bahwa setiap informasi yang dipublikasikan memiliki dampak terhadap masyarakat sehingga proses verifikasi harus tetap menjadi prioritas.
Jurnalistik Bersifat Independen dan Edukatif
Selain akurat, Andikur mengatakan jurnalistik juga harus dijalankan secara independen dan memiliki fungsi edukatif.
Menurutnya, seorang jurnalis harus berpijak pada fakta objektif, bukan opini pribadi maupun kepentingan pihak tertentu. Dengan demikian, produk jurnalistik dapat menjadi sumber informasi yang memberi manfaat bagi masyarakat.
Ia menambahkan, memahami jurnalistik juga akan melatih kemampuan berpikir kritis sehingga seseorang mampu membedakan informasi yang valid dengan sekadar rumor yang beredar di ruang digital.
“Jurnalistik itu ibarat pintu ilmu dan jendela dunia. Ketika kita menulis dengan basis data yang benar dan riset yang kuat, kita sedang memberikan jalan bagi masyarakat untuk melihat dunia dengan lebih jernih dan cerdas,” ungkapnya.
Tingkatkan Literasi Generasi Muda
Kegiatan “Mengenal Jurnalistik” menjadi bagian dari upaya Jurnalis Muda Pamekasan dalam meningkatkan literasi informasi di kalangan generasi muda.
Melalui kegiatan tersebut, peserta diperkenalkan dengan dasar-dasar jurnalistik, mulai dari pentingnya verifikasi, akurasi, independensi, hingga tanggung jawab dalam menyampaikan informasi kepada publik.
JMP berharap kegiatan edukasi tersebut dapat mendorong lahirnya generasi muda yang tidak hanya menjadi konsumen informasi, tetapi juga mampu menghasilkan karya jurnalistik yang sehat, edukatif, dan berlandaskan etika profesi.
Profil Singkat Pemateri
Pemateri kegiatan, Andikur Rahman, merupakan Penasihat Jurnalis Muda Pamekasan. Ia telah mengikuti Uji Kompetensi Wartawan (UKW) sejak 2017 dan lulus Orientasi Kewartawanan dan Keorganisasian (OKK) Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) pada 2025.
Selain aktif dalam organisasi kewartawanan, Andikur juga menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Kupaspojok.com dan Sekretaris Media Nasional Beritalima.com.
Ia juga pernah menjadi Pengurus PWI Pamekasan Bidang Humas dan SIWO periode 2018–2026, serta menerima Piagam Jurnalistik PWI Jawa Timur 2011 dan penghargaan jurnalis dari Polda Jawa Timur pada 2023. (*)








