PAMEKASAN, Tretan.News – Sebuah tayangan podcast di media sosial mengantarkan investor asal Yordania, Waleed Abdelmughni Mohammad Abdeen, menempuh perjalanan ribuan kilometer hingga ke Kabupaten Pamekasan, Madura.
Ketertarikannya pada pembahasan seputar pendidikan dan budaya Indonesia membuatnya memutuskan datang langsung ke Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning (IBS PKMKK).
Waleed mengaku pertama kali mengenal IBS PKMKK setelah menyaksikan podcast yang menampilkan Dr. Siti Maisaroh. Dalam tayangan tersebut, membahas berbagai topik mulai dari bahasa Arab, pengalaman pendidikan internasional, hingga budaya Indonesia.
“Saya awalnya melihat podcast di media sosial dan tertarik dengan pembahasannya. Setelah itu, saya memutuskan menghubungi Dr. Siti Maisaroh melalui email, hingga akhirnya saya mendarat di Madura, khususnya di IBS PKMKK,” ujar Waleed saat berkunjung ke pesantren tersebut, Selasa (23/6/2026).
Keputusan untuk datang langsung ke Madura bukanlah perjalanan singkat. Dari Yordania, Waleed terbang menuju Lombok sebelum melanjutkan perjalanan ke Surabaya dan kemudian menuju Pamekasan.
Perjalanan panjang tersebut dilakukannya untuk melihat secara langsung sistem pendidikan yang diterapkan di IBS PKMKK sekaligus mempelajari berbagai potensi yang dapat dikembangkan bersama di masa mendatang.
Ketertarikannya semakin kuat setelah mengetahui bahwa IBS PKMKK mengembangkan konsep pendidikan berbasis teknologi yang dipadukan dengan nilai-nilai keislaman.
Saat meninjau lingkungan pesantren, Waleed mengaku terkesan dengan berbagai fasilitas penunjang pembelajaran yang tersedia. Ia melihat penggunaan perangkat digital seperti smart board, komputer, dan teknologi pembelajaran modern telah menjadi bagian dari aktivitas pendidikan sehari-hari.
“Saya melihat institusi ini berfokus pada pengembangan pemikiran. Di sini banyak smart board, televisi, komputer, dan teknologi digital yang digunakan untuk mendukung pendidikan. Ini sangat bagus untuk menarik minat siswa,” tuturnya.
Menurut dia, pendekatan pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi menjadi kebutuhan penting di tengah pesatnya perkembangan kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
“Sekarang semuanya berkaitan dengan AI dan komputer. Jadi, apa yang diterapkan di sini akan menjadi sesuatu yang unik, maju, dan istimewa,” katanya.
Selain mengapresiasi sistem pendidikan yang diterapkan, Waleed juga mengaku menikmati suasana lingkungan pesantren dan Kabupaten Pamekasan yang dinilainya bersih, tenang, indah, dan ramah anak.
Kunjungan tersebut tidak hanya menjadi pengalaman pertamanya ke IBS PKMKK, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas di bidang pendidikan, wisata edukasi, dan pengembangan ekonomi sirkular berbasis pesantren.
Merespons kunjungan tersebut, Direktur IBS PKMKK Pamekasan, Achmad Muhlis, menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Ia menilai kehadiran investor Timur Tengah ini menjadi momentum emas bagi pesantren untuk menembus jaringan global.
“Kami sangat berterima kasih. Kedatangan beliau adalah untuk membahas peluang kerja sama, khususnya terkait wisata pendidikan dan ekonomi sirkular di lingkungan pesantren,” paparnya.
Ketua Senat UIN Madura itu berharap kunjungan tersebut menjadi awal terjalinnya kolaborasi yang dapat memperkuat pengembangan pendidikan dan jejaring internasional pesantren.
Fenomena tersebut sekaligus menjadi bukti bahwa konten digital tidak hanya berfungsi sebagai sarana komunikasi, tetapi juga mampu membuka akses kerja sama lintas negara.
Dari sebuah podcast yang ditonton di Yordania, seorang investor akhirnya tiba di Madura untuk melihat langsung perkembangan pesantren berbasis teknologi di Kabupaten Pamekasan. (*)








