Dinkes Pasuruan Latih Kader Gunakan Sigizi Kesga untuk Cegah Stunting

Kesehatan43 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pasuruan melatih kader kesehatan Kecamatan Gempol menggunakan aplikasi Sistem Informasi Gizi Terpadu (Sigizi Kesga), Selasa (20/10/2026).

​Pelatihan ini bertujuan memperkuat akurasi pencatatan data gizi ibu dan anak. Data valid menjadi kunci utama dalam upaya pemerintah mencegah stunting.

​Kegiatan edukasi ini berlangsung di Gedung Serbaguna Kiai Culat, Desa Karangrejo. Seluruh perwakilan kader kesehatan se-Kecamatan Gempol hadir dalam acara tersebut.

​Prioritas Nasional

​Kepala Puskesmas Gempol, dr. Arma Roostina Heliantin, mengatakan pencegahan stunting membutuhkan dukungan lintas sektor untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat.

​“Pencegahan stunting merupakan prioritas nasional demi menciptakan generasi emas yang sehat, cerdas, dan berdaya saing tinggi,” kata Arma.

​Arma menjelaskan stunting bukan sekadar masalah hambatan pertumbuhan fisik anak. Kondisi buruk ini juga berdampak langsung pada kualitas masa depan mereka.

​Peran Aplikasi Sigizi

​Tenaga kesehatan menggunakan dua cara untuk menangani stunting. Cara pertama yakni intervensi spesifik kesehatan, dan cara kedua melibatkan lintas sektor.

​Pemerintah sangat membutuhkan dukungan data valid. Aplikasi Sigizi Kesga membantu petugas mencatat, memantau, dan melaporkan kondisi gizi masyarakat secara langsung.

​Kualitas data gizi sangat bergantung pada kedisiplinan para kader. Mereka wajib menginput laporan ke dalam sistem secara akurat dan tepat waktu.

​“Data yang valid sangat penting untuk pengambilan keputusan, mulai dari penyusunan kebijakan yang tepat hingga penyaluran bantuan agar benar-benar sesuai sasaran,” ujarnya.

​Ujung Tombak Pemantauan

​Arma berharap para kader kesehatan semakin terampil mengoperasikan aplikasi tersebut. Pembaruan data berkala membantu petugas mendeteksi potensi masalah gizi lebih awal.

​Puskesmas Gempol sangat mengandalkan peran kader. Mereka selalu berinteraksi langsung dengan keluarga dan lingkungan tempat anak-anak balita tumbuh.

​“Kami sangat mengapresiasi ibu-ibu kader yang menjadi ujung tombak dalam upaya menurunkan angka stunting,” tutur Arma.

​Validitas data dari para kader akan menentukan tingkat keberhasilan program kesehatan ibu dan anak di seluruh wilayah Kecamatan Gempol.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *