Cegah Stunting di Gempol Pasuruan, Lintas Sektor Terapkan Tiga Langkah Terpadu

Kesehatan158 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Lintas sektor di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memperkuat komitmen pencegahan stunting melalui Minilokakarya Tribulanan di Aula Kecamatan Gempol, Kamis (15/10/2026).

​Pertemuan lintas instansi ini menyatukan pemahaman, validitas data, dan aksi terpadu guna mempercepat pengentasan masalah gizi pada balita.

​Camat Gempol, perwakilan Koramil, Polsek Gempol, serta kader kesehatan seluruh desa menghadiri agenda koordinasi strategis tersebut.

​Narasumber dari Puskesmas Gempol dan Puskesmas Kepulungan turut memaparkan panduan penanganan kesehatan masyarakat.

​Prinsip Satu Gerak Lintas Sektor

​Kepala Puskesmas Gempol dr. Arma Roostina Heliantin menegaskan, penanganan stunting menuntut keterlibatan aktif semua pihak secara berkelanjutan.

​“Tujuan pertemuan ini adalah satu pemahaman, satu data, satu gerak,” tegas Arma saat memberikan sambutan.

​Arma menerangkan, kesamaan pemahaman mendorong kesadaran masyarakat mendeteksi risiko stunting sejak masa sebelum kehamilan.

​Sementara itu, akurasi data memastikan balita bergizi buruk serta keluarga berisiko mendapatkan penanganan medis secara tepat sasaran.

​Setiap desa menyusun pembagian tugas, menunjuk penanggung jawab lapangan, serta menetapkan jadwal intervensi terukur.

​Prevalensi Stunting Turun ke 3,91 Persen

​Arma mengungkapkan, prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan menurun tajam dari 21,4 persen pada 2020 menjadi 3,91 persen pada 2025.

​Kendati capaian menunjukkan tren positif, pihak puskesmas meminta seluruh kader terus memperketat pengawasan tumbuh kembang anak.

​“Capaian ini perlu diikuti penguatan kolaborasi agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan berkelanjutan,” papar Arma.

​Ia memaparkan, kekurangan gizi kronis, kondisi kesehatan ibu, pola asuh, dan sanitasi buruk menjadi pemicu utama stunting.

​Karena itu, pencegahan mutlak menyasar ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping bergizi, serta penimbangan posyandu secara berkala.

​Edukasi Skrining Kanker Leher Rahim

​Selain mengupas stunting, forum ini membekali peserta dengan sosialisasi pentingnya pemeriksaan pap smear bagi kaum perempuan.

​Metode skrining ini efektif mendeteksi perubahan sel leher rahim sedini mungkin untuk mencegah potensi kanker serviks.

​“Semoga Minilok Tribulanan Kecamatan Gempol ini mampu menjadi ruang evaluasi sekaligus penggerak aksi nyata,” pungkas Arma.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *