Viral! Kisah Juru Parkir Jalan Demak Surabaya

Investigasi, Sosial160 Dilihat

SURABAYA, TRETAN.news – Terik matahari Surabaya menyengat siang itu, namun tidak menyurutkan semangat Hasby Ash Shiddiqi.

Pria 29 tahun yang akrab disapa Diqi ini tampak sibuk mengatur deretan sepeda motor di halaman parkir Alfamidi Legundi, Jalan Demak, Surabaya.

Mengenakan rompi merah berlogo Pemerintah Kota Surabaya, lengkap dengan topi, masker, dan peluit kesayangannya, ia lincah bergerak memastikan setiap kendaraan aman.

Berbeda dari kebanyakan juru parkir, warga Pesapen Barat 2 ini punya etos kerja yang unik.

Ia selalu merapikan dan memutar balik posisi setiap sepeda motor menghadap ke arah jalan.

Tujuannya sederhana: agar pengunjung toko lebih mudah mengeluarkan kendaraannya saat pulang.

Aksi Tulus yang Terekam Kamera

Kerja keras tanpa pamrih ini membuahkan simpati. Seorang pengunjung merekam aksi Diqi dari dalam mobil.

Video berdurasi 2 menit 29 detik ituu kemudian diunggah oleh akun TikTok @ceritakita (BulanKu) dan seketika meledak di dunia maya.

Hingga kini, video tersebut sukses meraup puluhan ribu penonton, ribuan like, dan ratusan komentar positif dari warganet. Mayoritas memuji dedikasi luar biasa sang juru parkir.

Sang pembuat video bahkan secara khusus menyematkan pesan terbuka untuk Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi.

“Surat terbuka untuk Pak Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi. Pak, tolong angkat tukang parkir ini. Dia bekerja sangat bagus.

Walau kondisi sedang berteduh, dia memastikan semua motor dibalik posisinya supaya mudah keluar,” ucap pemilik akun BulanKu dalam videonya sambil menyorot aktivitas Diqi.

Menolak Pamrih, Mengutamakan Senyum

Dalam narasi videonya, BulanKu mengaku tak ragu memberikan uang lebih kepada jukir berdedikasi tinggi ini.

Ia merasa sangat terbantu karena kendaraannya benar-benar dijaga dan ditata dengan elegan.

“Saya tidak merasa rugi memberi duit kepada dia. Motor kita dijaga dan ditata keren.

Bahkan, saat banyak pengunjung tidak ngasih duit pun dia tetap melayani. Aku viralkan supaya ini jadi contoh buat yang lain,” tuturnya.

Momen haru terekam jelas ketika BulanKu memanggil Diqi dan memberikannya selembar uang untuk tambahan makan siang.

Alih-alih langsung meraihnya, Diqi justru membalas dengan senyum ramah dari balik maskernya.

“Iya Mbak, gratis. Aman kok, tidak bayar juga tidak apa-apa,” jawab Diqi merendah.

Ia sempat mencoba memberikan uang kembalian, namun langsung ditolak secara halus oleh sang perekam video.

Inspirasi Sederhana dari Jalanan Kota

Bagi Diqi, ketenaran mendadak yang menghampirinya dalam sebulan terakhir ini sama sekali tidak pernah ia rencanakan.

Semua mengalir begitu saja karena ia hanya berusaha menjalankan tugasnya sebaik mungkin.

“Saya berterima kasih kepada Mbak BulanKu dan seluruh netizen yang sudah memviralkan secara positif. Video itu benar-benar tanpa settingan. Tiba-tiba saja saya dipanggil,” ungkap Diqi dengan nada syukur.

Diqi menyimpan satu harapan sederhana. Pemuda ini ingin semangat kerjanya bisa menular dan memberikan inspirasi positif bagi rekan-rekan seprofesinya.

Lewat peluh di sudut Jalan Demak, Diqi membuktikan satu hal penting: pekerjaan sekecil apa pun, jika dilakukan dengan ketulusan hati, akan selalu menemukan cara untuk menyentuh hati orang lain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *