SUMENEP, Tretan.News – Mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Annuqayah mendampingi 50 peserta mengolah bahan organik menjadi produk inovatif di PP Raudlatul Amal.
Kegiatan berlangsung di Aula PP Raudlatul Amal, Gadu Timur, Kecamatan Ganding, Kabupaten Sumenep, pada Kamis (10/9/2026).
Sebanyak 50 peserta terdiri atas guru serta peserta didik SMPI dan MA Raudlatul Amal mengikuti kegiatan tersebut. Salah satu materi yang diperkenalkan ialah pemanfaatan kulit pisang sebagai bahan dalam pembuatan pasta gigi.
Peserta tidak hanya mendengarkan pemaparan materi, tetapi juga terlibat langsung dalam proses pengolahan bersama mahasiswa KKN Posko 12.
Setelah materi disampaikan, guru dan peserta didik mengikuti tahapan pembuatan pasta gigi dengan arahan mahasiswa KKN.
Praktik tersebut memberikan pengalaman kepada peserta untuk melihat langsung proses pengolahan bahan sederhana menjadi sebuah produk.
Materi pembuatan pasta gigi disampaikan Saniadatus Maulida, salah satu mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Annuqayah.
Sania menyampaikan materi secara komunikatif dan mudah dipahami sehingga peserta dapat mengikuti penjelasan secara bertahap.
Penjelasan praktis yang diberikan membuat kegiatan berlangsung interaktif sekaligus memberikan ruang bagi peserta memahami proses pengolahan.
Pemanfaatan kulit pisang menjadi salah satu bagian penting dalam kegiatan tersebut. Melalui pendampingan ini, peserta diperkenalkan pada pemanfaatan bahan organik melalui kreativitas dan inovasi.
Gagasan tersebut menjadi salah satu pesan yang dibangun mahasiswa KKN agar masyarakat terbuka terhadap pemanfaatan bahan di lingkungan sekitar.
Keaktifan peserta terlihat selama kegiatan berlangsung. Sejumlah pertanyaan disampaikan kepada pemateri saat memasuki tahap praktik.
Guru dan peserta didik juga antusias mencoba tahapan yang telah dicontohkan oleh pemateri dan mahasiswa pendamping.
Interaksi peserta, pemateri, dan mahasiswa pendamping membuat suasana kegiatan berlangsung hidup serta menciptakan proses belajar dua arah.
Bagi mahasiswa KKN Posko 12 Universitas Annuqayah, kegiatan tersebut tidak hanya memperkenalkan cara membuat sebuah produk.
Pendampingan ini juga menjadi bagian dari upaya memberikan wawasan mengenai kreativitas, pemanfaatan bahan organik, dan pengembangan keterampilan.
Peserta diharapkan dapat menangkap nilai pembelajaran dari proses tersebut dan menjadikannya inspirasi mengembangkan gagasan baru.
Pelaksanaan kegiatan di PP Raudlatul Amal menunjukkan proses pembelajaran dapat dikemas melalui kegiatan yang dekat dengan kehidupan peserta.
Antusiasme sekitar 50 peserta sejak pemaparan hingga praktik menjadi respons positif terhadap program KKN Posko 12 Universitas Annuqayah.
Mahasiswa berharap pengetahuan tersebut tidak berhenti di aula pelatihan, tetapi menjadi bekal menumbuhkan semangat berinovasi.
Selain itu, kegiatan tersebut diharapkan mendorong pemanfaatan bahan organik secara kreatif dan melahirkan ide produktif di lingkungan pesantren. (*)







