Seleksi Kawil Karangrejo Pasuruan Tuntas, Wawan dan Farid Tertinggi

Berita, Pemerintahan35 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news Pemerintah Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, menggelar ujian seleksi Pelaksana Teknis Kewilayahan (Kawil). Seleksi ini berlangsung di Aula Balai Desa Karangrejo, Rabu (19/8/2026).

​Seleksi tersebut bertujuan mengisi kekosongan jabatan Kawil Dusun Kuwung dan Dusun Karangbangkal. Kedua posisi ini telah kosong selama lebih dari satu tahun.

​Sebanyak enam peserta mengikuti ujian penjaringan ini. Masing-masing formasi diperebutkan secara kompetitif oleh tiga orang kandidat.

​Materi ujian mencakup tes akademis secara tertulis. Para peserta juga wajib mengikuti tes baca dan tulis kitab suci.

​Pondok Pesantren Al-Arif, Wonoayu, Gempol bertindak sebagai lembaga penguji. Hal ini bertujuan menjaga transparansi dan objektivitas seluruh rangkaian tes.

Hasil Tes Tertinggi

​Wawan Indrawanto meraih nilai tertinggi untuk formasi Kawil Dusun Kuwung. Ia sukses mengumpulkan total 313 poin.

​Wawan mengungguli dua pesaing utamanya. Umi Alfiah Anggraini mendapat 312 poin, sementara Ari Setiawan meraih 286 poin.

​Pada formasi Kawil Dusun Karangbangkal, Muchammad Farid tampil sebagai pemuncak. Farid meraup total nilai 329 poin.

​Farid berhasil melewati capaian Indriana Hermawati Puspita Arum dengan 271 poin. Posisi ketiga ditempati Mukhammad Rizki Ramadlan dengan 249 poin.

Pesan Kepala Desa

​Kepala Desa Karangrejo, M. Su’ud, mengapresiasi kelancaran proses penjaringan perangkat desa ini. Menurutnya, kehadiran Kawil sangat krusial bagi warga.

​Kawil merupakan penghubung langsung antara pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, tanggung jawab pelayanannya sangat besar.

​Su’ud mengingatkan para kandidat terpilih untuk selalu mengedepankan kepentingan warga. Mereka harus menjauhi kepentingan pribadi selama bertugas.

​“Visi kami harus mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi. Kemudian juga harus menegakkan disiplin,” tegas Su’ud.

​Ia menambahkan, perolehan nilai tertinggi bukan satu-satunya penentu kesuksesan seorang perangkat desa. Kesiapan mental mengemban amanah adalah kunci utamanya.

​“Yang paling penting roda pelayanan pemerintahan desa di wilayah dapat berjalan semakin optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *