Seleksi Kawil Karangrejo Pasuruan Tuntas, Wawan dan Farid Tertinggi

Berita, Pemerintahan142 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Pemerintah Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, menggelar ujian seleksi Pelaksana Teknis Kewilayahan (Kawil). Seleksi ini berlangsung di Aula Balai Desa Karangrejo, Rabu (19/8/2026).

​Seleksi tersebut bertujuan mengisi kekosongan jabatan Kawil Dusun Kuwung dan Dusun Karangbangkal. Kedua posisi ini telah kosong selama lebih dari satu tahun.

​Sebanyak enam peserta mengikuti ujian penjaringan ini. Masing-masing formasi diperebutkan secara kompetitif oleh tiga orang kandidat.

​Materi ujian mencakup tes akademis secara tertulis. Para peserta juga wajib mengikuti tes baca dan tulis kitab suci.

​Pondok Pesantren Al-Arif, Wonoayu, Gempol bertindak sebagai lembaga penguji. Hal ini bertujuan menjaga transparansi dan objektivitas seluruh rangkaian tes.

​Hasil Tes Tertinggi

​Wawan Indrawanto meraih nilai tertinggi untuk formasi Kawil Dusun Kuwung. Ia sukses mengumpulkan total 313 poin.

​Wawan mengungguli dua pesaing utamanya. Umi Alfiah Anggraini mendapat 312 poin, sementara Ari Setiawan meraih 286 poin.

​Pada formasi Kawil Dusun Karangbangkal, Muchammad Farid tampil sebagai pemuncak. Farid meraup total nilai 329 poin.

​Farid berhasil melewati capaian Indriana Hermawati Puspita Arum dengan 271 poin. Posisi ketiga ditempati Mukhammad Rizki Ramadlan dengan 249 poin.

​Pesan Kepala Desa

​Kepala Desa Karangrejo, M. Su’ud, mengapresiasi kelancaran proses penjaringan perangkat desa ini. Menurutnya, kehadiran Kawil sangat krusial bagi warga.

​Kawil merupakan penghubung langsung antara pemerintah desa dan masyarakat sekitar. Oleh karena itu, tanggung jawab pelayanannya sangat besar.

​Su’ud mengingatkan para kandidat terpilih untuk selalu mengedepankan kepentingan warga. Mereka harus menjauhi kepentingan pribadi selama bertugas.

​“Visi kami harus mengutamakan kepentingan masyarakat daripada kepentingan pribadi. Kemudian juga harus menegakkan disiplin,” tegas Su’ud.

​Ia menambahkan, perolehan nilai tertinggi bukan satu-satunya penentu kesuksesan seorang perangkat desa. Kesiapan mental mengemban amanah adalah kunci utamanya.

​“Yang paling penting roda pelayanan pemerintahan desa di wilayah dapat berjalan semakin optimal,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *