Bang Ali Tutup Kiprah BANI Insan Peduli dengan Tiga Pesan Al-Qur’an untuk Relawan

Berita, Sosial, Tokoh186 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News Pendiri Yayasan BANI Insan Peduli (BIP), H. Ali Zainal Abidin atau Bang Ali, menyampaikan tiga pesan yang bersumber dari ayat-ayat Al-Qur’an kepada ratusan relawan BIP se-Madura dalam acara silaturahmi di Ballroom Hotel Odaita, Pamekasan, Selasa (14/7/2026).

Penyampaian pesan tersebut berlangsung sehari sebelum Yayasan BANI Insan Peduli resmi dibubarkan pada Rabu (15/7/2026) berdasarkan hasil musyawarah bersama jajaran pengurus pusat.

Dalam sambutannya, Bang Ali mengajak para relawan untuk tetap menjaga persatuan, melanjutkan semangat kemanusiaan, dan terus menebarkan kebaikan meskipun Yayasan BANI Insan Peduli telah mengakhiri kiprahnya sebagai lembaga.

Mengawali sambutannya, Bang Ali membacakan firman Allah SWT dalam Surah Ali Imran ayat 103.

“Wa’tasimū bi ḥablillāhi jamī’an wa lā tafarraqū.”

Artinya, “Dan berpegang teguhlah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (QS. Ali Imran: 103).

Menurut Bang Ali, persatuan menjadi landasan utama dalam menjalankan gerakan sosial. Ia mengatakan berbagai dinamika yang dihadapi organisasi tidak boleh menjadi alasan untuk memutus ukhuwah yang telah terbangun.

Gerakan sosial, menurutnya, hanya akan memiliki ruh apabila dibangun di atas fondasi keikhlasan, kebersamaan, dan ketundukan kepada rida Allah SWT.

Selanjutnya, Bang Ali membacakan Surah Ali Imran ayat 104.

“Wal takum minkum ummatuy yad’ūna ilal-khairi wa ya’murūna bil-ma’rūfi wa yan-hauna ‘anil-mungkar, wa ulā’ika humul-mufliḥūn.”

Ayat tersebut, menurut Bang Ali, menjadi pengingat agar semangat mengajak kepada kebaikan dan membantu sesama tidak bergantung pada keberadaan sebuah lembaga. Ia mengajak para relawan untuk tetap menebarkan manfaat bagi masyarakat, khususnya kaum dhuafa dan anak yatim.

Sehari setelah kegiatan silaturahmi tersebut, Yayasan BANI Insan Peduli resmi dibubarkan berdasarkan hasil musyawarah bersama jajaran pengurus pusat. Bang Ali menegaskan bahwa berakhirnya legalitas yayasan bukan berarti berakhir pula semangat pengabdian kepada masyarakat.

“Sudah tidak ada lagi nama Bani Insan Peduli. Biarlah cukup nama Bani Insan Peduli terukir di hati para dhuafa, anak yatim, dan semua yang pernah merasakan manfaatnya,” kata Bang Ali.

Menutup sambutannya, Bang Ali kembali membacakan firman Allah SWT dalam Surah Al-Baqarah ayat 274.

“Allażīna yunfiqūna amwālahum bil-laili wan-nahāri sirraw wa ‘alāniyah, falahum ajruhum ‘inda rabbihim, wa lā khaufun ‘alaihim wa lā hum yaḥzanūn.”

Artinya, “Orang-orang yang menginfakkan hartanya pada malam dan siang hari, secara sembunyi-sembunyi maupun terang-terangan, mereka mendapat pahala di sisi Tuhannya. Tidak ada rasa takut pada mereka dan tidak pula mereka bersedih hati.” (QS. Al-Baqarah: 274).

Menurut Bang Ali, nilai-nilai kebaikan tetap dapat dijalankan oleh setiap relawan meskipun tidak lagi berada di bawah naungan Yayasan BANI Insan Peduli.

Selama hampir tiga tahun, Yayasan BANI Insan Peduli melaksanakan berbagai program sosial di Madura maupun luar Madura, di antaranya layanan ambulans gratis, santunan bagi anak yatim, serta berbagai kegiatan kemanusiaan lainnya.

Bang Ali berharap semangat untuk berlomba-lomba dalam kebaikan tetap hidup di hati para relawan dan terus diwujudkan melalui aksi nyata di tengah masyarakat meskipun yayasan telah resmi dibubarkan. (*)

 

Bang Ali menyampaikan pesan kepada relawan BANI Insan Peduli di Pamekasan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *