BANGKALAN, TRETAN.news – Satreskrim Polres Bangkalan meringkus seorang pelaku pencurian kendaraan bermotor (curanmor) yang kerap meresahkan warga di wilayah Bangkalan.
Polisi membekuk pelaku di wilayah Candi, Sidoarjo, setelah mengembangkan penyelidikan berbasis rekaman kamera pengawas (CCTV).
Tim penyidik berhasil mengidentifikasi pelaku usai menganalisis rekaman CCTV dari dua lokasi kejadian perkara (TKP).
Salah satu rekaman memperlihatkan dengan jelas aksi nekat pelaku saat menggasak sepeda motor di Jalan Letnan Mestu, Pejagan, Bangkalan.
Hasil penyelidikan kemudian mengarah pada dugaan bahwa pelaku yang terekam merupakan orang yang sama dengan pelaku pencurian sepeda motor di Jalan KH Mohammad Kholil. Aksi tersebut sebelumnya sempat beredar melalui rekaman CCTV.
Kasat Reskrim Polres Bangkalan, AKP Eriek Triyasworo, mengatakan tim berhasil menemukan keberadaan pelaku setelah melakukan analisis rekaman CCTV dan penyelidikan lanjutan di lapangan.
“Kami bergerak cepat melakukan penggerebekan di sebuah rumah di wilayah Candi, Sidoarjo. Pelaku yang terkejut karena dibangunkan oleh petugas langsung mati kutu tanpa perlawanan,” terang AKP Eriek saat ditemui bersama Kasihumas Ipda Agung Intama.
Petugas Satreskrim Polres Bangkalan mengamankan pelaku dan membawanya ke Mapolres Bangkalan untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut. Polisi menyatakan proses penyidikan masih terus berlangsung.
Dalam pengembangan kasus, polisi menyebut terdapat seorang pelaku lain yang diduga terlibat. Namun, orang tersebut berhasil melarikan diri saat proses penangkapan berlangsung.
Penyidik Polres Bangkalan telah mengantongi identitas pelaku yang kabur dan kini memasukkannya ke dalam Daftar Pencarian Orang (DPO).
Selain meringkus seorang tersangka, petugas juga menyita barang bukti berupa sebuah kunci T.
Pelaku diduga menggunakan kunci tersebut untuk merusak rumah kunci kendaraan saat melancarkan aksinya.
Polisi menjerat pelaku dengan Pasal 477 Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Saat ini, petugas masih mengembangkan kasus untuk melacak keberadaan sepeda motor korban yang diduga telah berpindah tangan.







