PASURUAN, TRETAN.news – DPC PERADI Bangil resmi memberikan pendampingan hukum kepada mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Bangil (UNUBA).
Langkah ini bertujuan melindungi hak akademik mahasiswa. Mahasiswa terancam menjadi korban polemik internal yayasan kampus tersebut.
Pengurus PERADI Bangil mengunjungi kediaman Gus Najib pada Sabtu (27/6/2026). Mereka meminta klarifikasi dari pembina yayasan.
Tinjau Dokumen Legalitas
Sekretaris DPC PERADI Bangil, Ratno, memimpin langsung pertemuan tersebut. Pihaknya menerima sejumlah dokumen legalitas yayasan.
Tim hukum akan mempelajari seluruh berkas secara menyeluruh. Langkah lanjutan sangat bergantung pada hasil kajian dokumen.
”Pembina memberikan kepada kami seluruh berkas yang ada, dan menurut kami berkas-berkas itu sudah sesuai dengan tatanan yayasan sesuai dengan hukum yang ada,” ujar Ratno.
Jaga Objektivitas dan Kawal Ijazah
PERADI Bangil berkomitmen menjaga objektivitas penanganan kasus. Mereka juga akan meminta klarifikasi dari pihak lain yang terlibat.
”Setelah ini kami akan konfirmasi ke pihak yang lain,” katanya.
Ratno menegaskan pihaknya murni membela nasib mahasiswa. PERADI Bangil tidak memiliki kepentingan dalam konflik yayasan.
Fokus utama pendampingan adalah memastikan mahasiswa mendapat kepastian hukum. Hak akademik seperti keabsahan ijazah tidak boleh dirugikan.
”Kita tidak ikut campur dalam konflik, kita hanya mendampingi mahasiswa agar mendapatkan kepastian, sehingga apa yang nantinya didapatkan mahasiswa betul-betul diakui oleh semua pihak,” tegasnya.
Peluang Damai Yayasan
Sementara itu, Gus Najib menyambut baik langkah pendampingan tersebut. Ia menyatakan kesiapan menyelesaikan persoalan secara damai.
”Siap ishlah, kapan pun dan di mana pun,” ucapnya.
Gus Najib berjanji akan melindungi mahasiswa dari dampak konflik. Mahasiswa tidak perlu meragukan keabsahan ijazahnya.
”Terkait mahasiswa, kami siap membantu apa yang dibutuhkan,” kata Gus Najib.
”Jika percaya kepada kami terkait legalitas, maka jangan khawatir terkait kelegalan ijazahnya, kami siap menandatangani,” tambahnya.







