PASURUAN, TRETAN.news – Warga Dusun Bangkok, Desa Karangrejo, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan menggelar Ruwat Dusun dan Haul Mbah Sapu Logo ke-14, Sabtu (27/6/2026).
Acara peringatan yang bertepatan dengan 1 Muharram tersebut meriah dengan berbagai pertunjukan seni budaya dan pagelaran wayang kulit.
Pelibatan Generasi Muda
Puluhan anak-anak dan remaja di bawah usia 17 tahun ikut tampil membawakan beragam tarian tradisional dalam kegiatan tahunan ini.
Mereka mementaskan Tari Kreasi Tradisional, Tari Tradisional, Tari Asmara Putri Kirana, hingga Tari Warok Seno dengan sangat antusias.
Ketua Panitia Acara, Kariono Tomporejo, menjelaskan bahwa pelibatan generasi muda bertujuan menjaga kelestarian budaya sekaligus menyiapkan penerus tradisi.
”Ini bukan seremonial, melainkan edukasi kepada generasi muda. Siapa lagi yang bisa kita andalkan?” ujar Kariono pada Sabtu (27/6/2026).
Kariono bersyukur karena generasi muda Dusun Bangkok selalu mengambil bagian secara aktif dalam ritual adat ini setiap tahun.

Dana Swadaya Masyarakat
Ia juga mengapresiasi kekompakan warga serta seluruh paguyuban yang konsisten menyukseskan kegiatan ini secara swadaya selama 14 tahun.
”Terima kasih kepada teman-teman paguyuban. Berapapun biayanya, kalau tidak kompak pasti amburadul,” ungkap Kariono menambahkan keterangan tersebut.
Kariono menegaskan bahwa seluruh pendanaan kegiatan murni berasal dari swadaya masyarakat Dusun Bangkok sendiri tanpa bantuan luar.
Kepala Dusun Bangkok, Ari Kurniawan, turut mengajak seluruh masyarakat untuk terus menjaga tradisi yang diwariskan oleh para leluhur.
”Mari kita menjaga apa yang telah berjalan selama ini. Semoga kegiatan ini membawa berkah bagi kita semua,” ucap Ari.
Arti Lakon Dasamuka Bandar
Rangkaian acara juga menyuguhkan tradisi mercon terbang yang menjadi daya tarik utama dan menyedot perhatian ratusan penonton.
Masyarakat tetap bertahan menyaksikan acara meskipun suara dentuman keras mercon terus terdengar di sekitar area makam keramat.
Hiburan dagelan Cemongeh Official asal Pandaan dan pagelaran wayang kulit Putro Laras menutup puncak acara haul tersebut.
Ki Slamet Dharmawan yang berasal dari Krian, Sidoarjo, mementaskan kisah wayang dengan membawakan lakon utama berjudul Dasamuka Bandar.
Ari Kurniawan menyebut pemilihan lakon ini merupakan kelanjutan alur cerita dari pagelaran wayang kulit pada tahun-tahun sebelumnya.
”Tujuannya agar masyarakat bisa memetik nilai-nilai moral. Pemimpin yang hanya bermodal kekuatan tanpa pengendalian diri akan membawa kehancuran,” kata Ari.







