Usai Dibobol Maling, Diskopindag Sampang : Kedepan Keamanan Pasar Margalela Akan Kami Perketat Lagi

Berita, Daerah, Kriminal93 Dilihat

SAMPANG | Tretan.News – Gelombang aksi pencurian yang menyasar tabung gas elpiji 3 kilogram hingga peralatan milik pedagang kecil di Pasar Margalela, Jalan Syamsul Arifin, Kelurahan Banyuanyar, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, kian meresahkan. Lemahnya sistem keamanan pasar di bawah pengelolaan saat ini pun menjadi sorotan.

Peristiwa terbaru terjadi pada Senin (4/5/2026) pagi. Sejumlah pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) harus menelan kerugian setelah kios mereka dibobol maling saat malam hari, ketika kondisi pasar dalam keadaan sepi dan seluruh kios tutup.

Pelaku diduga beraksi leluasa tanpa hambatan. Tidak hanya menggondol tabung gas elpiji 3 kilogram, mereka juga membawa kabur berbagai peralatan berharga milik pedagang, termasuk perangkat elektronik yang digunakan untuk menunjang usaha.

Salah satu pedagang mengaku aksi pencurian ini bukan kali pertama terjadi, sehingga menimbulkan rasa takut dan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha kecil yang menggantungkan hidup di pasar tersebut.

Menanggapi kejadian itu, Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Koperasi, Perindustrian dan Perdagangan (Diskopindag) Kabupaten Sampang, Syamsul Bahri, menyatakan pihaknya telah memanggil kepala pasar untuk dimintai klarifikasi terkait sistem pengamanan.

“Kami sudah memanggil kepala pasar untuk dimintai keterangan terkait kondisi keamanan di sana,” ujar Syamsul Bahri saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (5/5/2026).

Ia juga meluruskan isu yang beredar di kalangan pedagang mengenai pernyataan kepala pasar yang dinilai tidak bijak.

“Terkait pernyataan yang beredar bahwa pedagang diminta membawa pulang barangnya, itu tidak benar. Kepala pasar tidak pernah menyampaikan hal tersebut,” tegasnya.

Syamsul mengakui bahwa tingkat keamanan di Pasar Margalela sudah ideal. Saat ini, jumlah petugas keamanan sudah sembilan orang yang bekerja secara bergiliran, bahkan setiap masing-masih shift itu tiga orang petugas keamanan.

“Ke depan akan kami evaluasi. Jika kinerja petugas sudah sesuai, tetap kami tingkatkan. Namun jika tidak, tentu akan ada sanksi,” tegasnya lagi.

Dari hasil pemanggilan kepala pasar pihaknya sarana pendukung keamanan seperti kamera pengawas (CCTV) sudah tersedia namun tidak mengarah ke lokasi kejadian. Pihaknya pun mengimbau para pedagang untuk tetap meningkatkan kewaspadaan dan saling menjaga lingkungan sekitar.

Lebih lanjut, Syamsul Bahri juga berjanji akan melakukan penelusuran terkait iuran keamanan yang disebut-sebut sebesar Rp3.000 per hari, guna memastikan transparansi pengelolaannya dan digunakan sebagai apa.

“Ternyata kios tersbut di gratiskan, terkait iuran 3000 itu sumbangan untuk renovasi depan pasar. Yang jelas, kami berkomitmen meningkatkan sistem keamanan agar kejadian serupa tidak terulang,” imbuhnya.

Di akhir pernyataannya, ia meminta masyarakat, khususnya para pedagang, untuk tidak panik dan tetap mendukung upaya pembenahan yang tengah dilakukan pemerintah daerah.

“Kami mohon masyarakat tidak panik. Kami masih baru, tapi ke depan keamanan akan kami perketat. Pasar ini juga perlu kita hidupkan kembali agar membantu perekonomian masyarakat,” pungkasnya.

Sementara itu, para pedagang berharap aparat kepolisian segera turun tangan untuk mengusut tuntas kasus pencurian tersebut dan menangkap pelaku, demi mengembalikan rasa aman di lingkungan pasar.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *