SAMPANG |Tretan.News – Keberadaan lampu lalu lintas (trafik light) di pertigaan Kecamatan Torjun, Kabupaten Sampang, Madura, yang sudah bertahun-tahun tidak berfungsi, menuai keluhan dari masyarakat.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan, khususnya anak-anak sekolah yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.
Pantauan di lokasi, lampu merah yang seharusnya menjadi pengatur arus kendaraan tampak mati total tanpa adanya tanda-tanda perbaikan.
Pada jam-jam tertentu, terutama saat hari pasaran atau lalu lintas padat, kondisi persimpangan menjadi semrawut dan rawan kecelakaan.
Salah satu warga setempat mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi tersebut. Ia menilai, keberadaan trafik light sangat penting sebagai instrumen keselamatan yang seharusnya mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
“Lampu merah di Torjun ini sudah lama mati, bertahun-tahun tidak ada perbaikan. Padahal ini menyangkut keselamatan warga. Percuma dibangun kalau tidak dirawat,” ujarnya.
Ia juga menambahkan, situasi semakin mengkhawatirkan ketika arus kendaraan meningkat. Bahkan, dirinya merasa miris jika sewaktu-waktu terjadi kecelakaan akibat tidak berfungsinya lampu lalu lintas tersebut.

“Coba saja cek langsung ke lapangan, apalagi saat ramai. Kami khawatir kalau sampai ada kecelakaan gara-gara lampu merah mati total. Harapannya ada perhatian dari pemerintah demi keselamatan bersama,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sampang, Khotibul Umam, melalui Kepala Seksi TSP Dishub Sampang.
Hoirul, menjelaskan bahwa kerusakan trafik light tersebut terjadi sejak adanya proyek pelebaran jalan yang dikerjakan oleh pemerintah pusat.
Menurutnya, kabel instalasi yang tertanam di dalam tanah mengalami kerusakan parah akibat proyek tersebut, sehingga tidak dapat diperbaiki secara sederhana.
“Iya, itu akibat pelebaran jalan dulu. Kabel yang tertanam dalam tanah rusak dan tidak bisa diperbaiki lagi,” ungkap Hoirul saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Senin (27/4/2026).
Ia menambahkan, dampak dari kerusakan tersebut tidak hanya pada trafik light, tetapi juga menyebabkan sebagian lampu penerangan jalan umum (PJU) di sekitar lokasi ikut padam.
Pihak Dishub Sampang, lanjut Hoirul, telah berulang kali melaporkan kondisi tersebut kepada pemerintah pusat agar segera dilakukan perbaikan atau penganggaran ulang.
“Sudah beberapa kali kami laporkan. Terakhir bulan Maret kemarin, dan jawabannya akan segera diperbaiki. Itu memang bukan kewenangan kami, karena masuk ranah pusat,” jelasnya.
Ia menegaskan, kerusakan yang terjadi tergolong fatal sehingga membutuhkan pembongkaran ulang instalasi serta anggaran baru untuk perbaikannya.
“Kalau hanya kerusakan ringan, pasti langsung kami tangani. Tapi ini harus bongkar ulang karena kabelnya di dalam tanah, jadi perlu anggaran lagi,” pungkasnya.
Masyarakat pun berharap pemerintah segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki atau mengganti fasilitas tersebut.
Mereka menilai, keberadaan trafik light sangat vital dalam menjaga keselamatan pengguna jalan, terutama bagi pelajar yang setiap hari melintasi persimpangan tersebut.







