Dugaan Keracunan MBG Blega Diselidiki, Hasil Uji Lab Masih Ditunggu

Berita, Investigasi37 Dilihat

BANGKALAN, tretan.news – Dugaan kasus keracunan usai konsumsi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Blega terus didalami. Tim Satuan Tugas (Satgas) MBG Kabupaten Bangkalan bersama Dinas Kesehatan dan pihak puskesmas telah bergerak cepat melakukan penelusuran di lapangan.

Ketua Tim Satgas MBG Bangkalan, Bambang Budi Mustika, mengungkapkan bahwa langkah awal yang dilakukan adalah pendataan serta wawancara terhadap pihak-pihak terkait guna mengumpulkan informasi awal kejadian.

“Tim surveilans kami dari satgas, Dinkes, dan puskesmas sudah melaksanakan pendataan dan wawancara. Dari KPPG Surabaya juga sudah turun mengambil sampel makanan untuk diuji, guna memastikan apakah makanan tersebut beracun atau tidak. Saat ini kami masih menunggu hasil uji laboratoriumnya,” ujarnya, Rabu (22/04/2026).

Meski proses investigasi terus berjalan, Bambang menegaskan bahwa tim satgas tidak memiliki kewenangan untuk menjatuhkan sanksi terhadap pihak penyelenggara program MBG.

“Kami tim satgas tidak diberi wewenang untuk memberikan punishment atau sanksi oleh BGN. Namun, kewajiban kami adalah melaporkan setiap kejadian seperti ini agar dapat ditindaklanjuti oleh pihak berwenang,” tegasnya.

Lebih lanjut, Bambang memastikan bahwa pengujian sampel makanan dilakukan di laboratorium yang telah terakreditasi di Surabaya. Hal ini, menurutnya, penting untuk menjamin validitas hasil uji.

“Uji lab-nya di Surabaya, yang berakreditasi. Yang lain belum tentu menjamin akreditasinya,” katanya.

Namun saat ditanya lebih lanjut terkait nama laboratorium yang melakukan pengujian, Bambang mengaku tidak mengetahui secara rinci.

Ia menyebut hal tersebut merupakan kewenangan pihak lain.

“Itu tugasnya KPPG Jawa Timur, bukan tugas kami tim satgas,” imbuhnya.

Hingga berita ini diturunkan, hasil uji laboratorium masih belum keluar.

Publik pun menunggu kepastian penyebab dugaan keracunan tersebut, di tengah meningkatnya sorotan terhadap pelaksanaan program MBG di wilayah Bangkalan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *