SAMPANG | Tretan.News – Memasuki hari kedua pasca libur Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, pelayanan kesehatan di RSUD dr. Muhammad Zyn Kabupaten Sampang tetap berjalan optimal meski terjadi lonjakan jumlah pasien yang cukup signifikan, Kamis (26/03/2026).
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Kamis pagi, antrean pasien di sejumlah poli terlihat memadati area rumah sakit. Bahkan, jumlah pasien yang datang tercatat lebih banyak dibandingkan hari pertama pasca libur.
Kondisi ini menyebabkan keterbatasan fasilitas seperti kursi roda, tempat duduk, hingga tempat tidur pasien.
Tak hanya itu, membludaknya pengunjung juga terlihat hingga ke area masjid rumah sakit yang dipenuhi oleh pasien maupun keluarga yang menunggu antrean pelayanan.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr. Muhammad Zyn Sampang, dr. Bhakti Setiyo Tunggal melalui Humasnya, Amin Jakfar, membenarkan adanya peningkatan jumlah pasien tersebut. Ia menyebut, lonjakan terjadi signifikan pada hari kedua pelayanan pasca libur Lebaran.
“Memang benar, terjadi peningkatan jumlah pasien. Pada hari pertama saja tercatat kurang lebih 700 pengunjung poli, dan hari kedua ini jumlahnya lebih meningkat,” ujar Amin saat ditemui di ruangannya.
Ia juga mencontohkan salah satu poli yang mengalami lonjakan cukup tinggi, yakni poli jantung. Dalam kondisi normal, jumlah pasien berkisar antara 80 hingga 100 orang per hari. Namun, pasca libur Lebaran, jumlah tersebut meningkat hingga mencapai sekitar 178 pasien.
“Biasanya poli jantung hanya 80 sampai 100 pasien, namun kemarin mencapai sekitar 178 pasien. Ini menunjukkan adanya lonjakan yang cukup signifikan,” jelasnya.
Meski demikian, pihak rumah sakit memastikan seluruh pasien tetap mendapatkan pelayanan dengan baik dan lancar. Amin juga mengimbau masyarakat untuk bersabar menghadapi antrean yang terjadi.

“Kami mohon masyarakat bersabar. Meski pasien membludak, semua tetap kami layani dengan maksimal,” tegasnya.
Selain itu, Amin mengingatkan pentingnya pemanfaatan aplikasi Mobile Jaminan Kesehatan Nasional (MJKN) bagi masyarakat yang akan melakukan kontrol kesehatan.
Menurutnya, penggunaan aplikasi tersebut dapat membantu mengurangi antrean di loket pendaftaran serta mengatur waktu kedatangan pasien.
“Kami sarankan masyarakat menggunakan aplikasi MJKN karena bisa mengatur jadwal kedatangan, sehingga lebih praktis dan mengurangi antrean. Untuk pendaftaran manual memang diharuskan datang lebih pagi,” tambahnya.
Di sisi lain, pihak RSUD juga menyampaikan permohonan maaf atas keterbatasan sarana dan prasarana yang ada saat ini. Ia berharap rencana relokasi rumah sakit dapat segera direalisasikan sebagai solusi jangka panjang dalam meningkatkan kualitas pelayanan.
“Kami mohon maaf atas keterbatasan fasilitas yang ada. Harapannya relokasi rumah sakit bisa segera terlaksana agar pelayanan lebih maksimal dan antrean bisa terurai,” ungkapnya.
Amin menegaskan, pihak rumah sakit akan terus melakukan evaluasi dan pembenahan sistem pelayanan demi meningkatkan kenyamanan serta keamanan pasien.
“Kami akan terus berupaya memperbaiki sistem pelayanan. Kepercayaan masyarakat adalah prioritas kami, dan itu akan terus kami jaga dengan pelayanan yang lebih baik,” pungkasnya.







