Banjir 4 Kecamatan Pasuruan Surut, Winongan–Beji Masih Tergenang

Berita37 Dilihat

PASURUAN, tretan.news – Banjir yang sempat melanda empat kecamatan di Kabupaten Pasuruan akibat hujan lebat pada Selasa (24/3) mulai berangsur surut. Hingga Rabu (25/3/2026), genangan air dilaporkan masih tersisa di Kecamatan Winongan dan sebagian wilayah Beji.

Polres Pasuruan memastikan situasi terkini relatif terkendali, dengan petugas gabungan tetap disiagakan untuk mengantisipasi potensi banjir susulan di tengah cuaca yang masih berpeluang hujan.

Kapolres Pasuruan AKBP Harto Agung Cahyono mengatakan, pihaknya langsung menurunkan personel ke lokasi terdampak sejak hujan dengan intensitas tinggi terjadi.

“Personel kami siagakan di wilayah terdampak untuk memastikan keselamatan warga dan mempercepat penanganan,” ujarnya, Rabu (25/3/2026).

Banjir sebelumnya menerjang empat kecamatan, yakni Winongan, Beji, Pasrepan, dan Kejayan, dipicu meluapnya sungai akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu seperti Lumbang, Puspo, Tosari, dan Pasrepan.

Di Kecamatan Winongan, banjir tercatat paling luas dengan ketinggian air mencapai 80–90 cm, merendam sejumlah dusun seperti Sentul Kluwes dan Balun serta berdampak pada ratusan kepala keluarga.

Hingga kini, genangan masih bertahan di beberapa titik. Sementara di Kecamatan Beji, genangan setinggi 20–50 cm sempat merendam sejumlah dusun di Desa Gajahbendo, Beji, Gununggangsir, dan Kedungringin. Petugas terus melakukan pemantauan debit air untuk mencegah kenaikan.

Di Kecamatan Pasrepan, banjir sempat merendam Dusun Moyo Barat, Desa Jogoripuh dengan ketinggian air hingga 1 meter dan berdampak pada sekitar 70 kepala keluarga. Namun, air dilaporkan sudah surut beberapa jam setelah kejadian.

Adapun di Kecamatan Kejayan, banjir merendam sejumlah desa dengan ketinggian 10–60 cm, namun kondisi kini dilaporkan membaik seiring meredanya hujan.

Penanganan di lapangan dipimpin langsung oleh para kapolsek masing-masing wilayah, termasuk evakuasi warga serta koordinasi dengan BPBD dan instansi terkait.

Polres Pasuruan menegaskan tidak ada korban jiwa maupun kerugian material signifikan dalam peristiwa ini.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat, khususnya yang tinggal di bantaran sungai, untuk tetap waspada dan segera melaporkan jika terjadi peningkatan debit air di lingkungan masing-masing.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *