SURABAYA, TRETAN.news – Jajaran pengurus Sentra Kuliner Sriwijaya Malang Kota menggelar studi banding ke sejumlah titik SWK di Kota Surabaya pada Kamis (16/7/2026).
Pengurus Sentra Kuliner Sriwijaya Malang memfokuskan kunjungan mereka pada tiga lokasi utama, yaitu SWK Bungkul, SWK RMI Bratang, dan SWK Ketabang Kali.
Ketua rombongan sekaligus Sekretaris Sentra Kuliner Sriwijaya, So’im Karomah memimpin langsung agenda peninjauan tata kelola pedagang kaki lima (PKL) di Kota Pahlawan tersebut.
Adopsi Sistem Pengelolaan Kuliner
Rombongan pengurus asal Malang ini hadir bersama jajaran pengurus Serikat Pedagang Kaki Lima (SPEKAL) Jawa Timur untuk mempelajari manajemen kawasan.
Sekretaris Sentra Kuliner Sriwijaya, So’im Karomah menyampaikan apresiasi besar atas penerimaan yang hangat dari para pelaku usaha dan pedagang di Surabaya.
”Terima kasih atas sambutan dari pedagang kaki lima Surabaya. Kami dari Sentra Kuliner Sriwijaya ingin mengetahui bagaimana ilmu yang dipunyai oleh PKL Surabaya,” ujar So’im.
So’im menambahkan bahwa pihaknya siap mengadopsi sistem pengelolaan dari Surabaya jika sistem tersebut terbukti efektif untuk diterapkan pada PKL Kota Malang.
”Nanti kita akan mengadopsinya, kalau memang itu bisa kita terapkan di Kota Malang, kita terapkan,” lanjut So’im menjelaskan rencana strategisnya.
Pihaknya juga membuka peluang terjadinya pertukaran ilmu dan pengalaman dagang dari Kota Malang yang sekiranya dapat bermanfaat bagi para pedagang Surabaya.
”Mungkin juga ada ilmu dari Kota Malang bisa diambil dari PKL Surabaya, sehingga nanti kerjasamanya akan lebih erat lagi,” tutur So’im.
Lebih lanjut, So’im berharap agar ke depan para pelaku usaha atau PKL di Malang dapat terintegrasi masuk menjadi anggota resmi organisasi SPEKAL.
”Terutama nanti kedepannya mungkin dari teman-teman kami PKL di Malang bisa masuk dalam organisasi SPEKAL. Mungkin gambarannya seperti itu,” pungkasnya.
Sinkronisasi Hubungan Antar-Kota
Kunjungan kerja ini turut mendapat kawalan ketat dari Wakil Ketua SPEKAL Jawa Timur, Wahyudi M.M., bersama jajaran pengurus harian.
Hadir pula Sekretaris Syamsuri, Bendahara Priyo, Wakil Bendahara Kasiran, Bidang Hukum dan Litbang Sugianto, serta Kepala Bidang Usaha Andrie mendampingi rombongan.
Wahyudi menegaskan bahwa kemitraan strategis ini bertujuan untuk memaksimalkan seluruh potensi yang ada di SWK Surabaya maupun SWK Malang.
Kolaborasi antar-wilayah ini dirancang guna menyelaraskan kondisi lapangan sekaligus membangun harmonisasi hubungan perdagangan yang kuat antar kedua kota.
Melalui keselarasan tersebut, SPEKAL Jatim memproyeksikan adanya lompatan kualitas sumber daya manusia dan kemajuan perdagangan yang signifikan di sektor informal.
Pihak asosiasi mengharapkan jalinan kerja sama lintas wilayah ini dapat terus berjalan harmonis secara berkelanjutan demi mendongkrak laju ekonomi lokal.
Solusi Pengelolaan Kawasan Kuliner
Sementara itu, Wakil Bendahara SPEKAL Jatim, Kasiran menjelaskan alasan khusus rombongan memilih kawasan Ketabang Kali Surabaya sebagai lokasi puncak peninjauan.
Para pedagang dari Malang sengaja mengamati kawasan Ketabang Kali karena tertarik melihat tingginya volume kunjungan konsumen di pusat kuliner tersebut.
Rombongan berkomitmen mencontoh skema operasional pedagang Ketabang Kali agar mereka dapat mengimplementasikannya secara konkret pada PKL Sriwijaya di Malang.
Melalui studi banding ini, pengurus berharap dapat mencari solusi bersama pengelola Ketabang Kali untuk mengatasi segala kendala pengelolaan di Malang.







