Sebanyak 400 Paket Bantuan Program Konversi BBM Ke BBG Untuk Petani Pulau Bawean

Berita, Daerah, Pemerintah152 Dilihat

Gresik, Tretan.news – Sebanyak 400 orang petani di Kabupaten Gresik, Pulau Bawean mendapatkan bantuan alat mesin pertanian (alsintan) berupa paket pompa air berbahan bakar gas. Penyerahan secara simbolis kepada petani berlangsung di Pesanggrahan milik Pemkab Gresik yang berada di Dusun Boom, Desa Sawahmulya, Kecamatan Sangkapura.

Diketahui bahwa salah satu anggota Komisi VII DPR RI Dyah Roro Esti menilai program pemberian bantuan konverter kit (Konkit) Bahan Bakar Minyak ke BBG (Bahan bakar gas) ke petani sangat penting dalam mendukung diversifikasi energi. Oleh karenanya pihaknya sangat mengapresiasi program tersebut.

Bantuan alsintan berupa mesin pompa air berbahan bakar gas merupakan program konversi Bahan Bakar Minyak (BBM) ke Bahan Bakar Gas (BBG) yang digulirkan oleh pemerintah sebagai upaya efisiensi penggunaan BBM.

Erwanto selaku Kasi Alsintan Kabupaten Gresik melalui Arief Fadillah mengatakan bahwa penerima bantuan tersebut mesin pompa air bahan bakar gas (BBG) tersebut, diantaranya memiliki luas lahan kurang dari 0,5 hektar, memiliki identitas petani, belum pernah menerima bantuan sejenis dan masuk dalam Basis Data Terpadu (BDT).

Lebih lanjut, Arief Fadillah menjelaskan bantuan mesin pompa air berbahan gas diharapkan dapat membantu petani dalam melaksanakan kegiatan pertanian dengan tidak bergantung pada ketersediaan BBM. Apalagi bahan bakar gas lebih irit dibanding bahan bakar minyak.

“Biasanya pompa bensin pakai pertalite atau berbahan bakar lain. Ini konversi BBM ke BBG yang merupakan program pemerintah. Semoga alat ini bisa dipergunakan semaksimal mungkin sehingga dapat meningkatkan hasil produksi pertanian. Informasinya bahan bakar gas ini lebih irit daripada minyak atau BBM,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian Wilayah Bawean Ir. Lailatul Mukaromah menyambut gembira sekali atas bantuan tersebut, dan mengucapkan terimakasih kepada pemerintah yang sudah peduli terhadap masyarakat petani di Pulau Bawean, Selasa (24/10/2023).

“Pada dasarnya sawah yang ada di wilayah Pulau Bawean tada hujan, saat musim kemarau seperti sekarang ini maka banyak sawah yang ada menjadi lahan tidur. Berkat bantuan alat mesin pompa air dari pemerintah yang sekarang sudah dilaksanakan penyalurannya, maka ke depan lahan milik petani yang biasanya cuma tanam sekali bisa ditanam dua kali dan seterusnya,” ungkapnya.

Irma panggilan akrabnya Kepala UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian Wilayah Bawean menambahkan bahwa penyerahan paket mesin pompa air kepada petani akan digelar selama 4 hari, mulai tanggal 24 hingga 27 Oktober 2023. Bantuan tersebut merupakan sebuah anugerah atas perhatian dari pemerintah pusat beserta Pemkab Gresik kepada masyarakat Pulau Bawean khususnya masyarakat petani. Ia, mengucapkan terimakasih kepada Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani dengan program Nawakarsa sangat bermanfaat atas bantuan mesin pompa air bagi petani di kepulauan Bawean, diharapkan dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat petani Pulau Bawean,” pungkasnya.

Turut hadir dalam penyerahan alat mesin pertanian tersebut, Amin dari pengawas konsultan Kementerian ESDM, Kapolsek Sangkapura Iptu Anas Tohari, Sekcam Sangkapura Nur Hosni, S.E Anggota Danramil 0817/17 Sangkapura Peltu Wega W Gaffar, Erwanto Kasi Alsintan Kabupaten Gresik beserta jajarannya, Kepala UPT Pelaksana Penyuluhan Pertanian Wilayah Bawean Ir. Lailatul Mukaromah beserta stafnya, dan penerima bantuan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *