SUMENEP, Tretan.News – Polresta Sumenep mengungkap enam kasus tindak pidana narkotika dengan tujuh tersangka selama Operasi Tumpas Narkoba Semeru 2026.
Kapolresta Sumenep, Kombes Pol Ariek Indra Sentanu, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan hasil pengungkapan tersebut dalam konferensi pers, Senin (24/8/2026). Konferensi pers berlangsung mulai pukul 14.00 WIB di Lobi Polresta Sumenep.
Wakapolresta Sumenep, Kasat Resnarkoba Polresta Sumenep, Kasi Humas Polresta Sumenep, serta awak media menghadiri kegiatan tersebut.
Kapolresta menyampaikan, enam kasus tersebut melibatkan tujuh tersangka laki-laki dan terjadi di enam tempat kejadian perkara.
Dari pengungkapan tersebut, petugas mengamankan sejumlah barang bukti berupa 5,5 gram sabu dan satu unit timbangan. Selain itu, petugas mengamankan enam unit handphone, satu buah pipet, satu buah bong, serta tiga unit kendaraan roda dua.
Kapolresta Sumenep menegaskan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika membutuhkan kerja sama dan peran aktif seluruh elemen masyarakat.
Menurutnya, Polri tidak dapat bekerja sendiri. Informasi dari masyarakat dibutuhkan untuk membantu mengungkap jaringan maupun peredaran narkotika.
“Polresta Sumenep berkomitmen untuk terus melakukan upaya pencegahan dan penindakan terhadap penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika,” ujar Kapolresta Sumenep Kombes Pol Ariek Indra Sentanu.
Kapolresta Sumenep kemudian mengajak masyarakat bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba.
“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menjaga lingkungan dan tidak memberikan ruang bagi peredaran narkoba,” lanjutnya.
Lebih lanjut, Kapolresta mengimbau masyarakat, khususnya generasi muda, agar menjauhi narkoba. Ia menyebut narkoba dapat merusak masa depan, kesehatan, serta kehidupan sosial.
Konferensi pers tersebut sekaligus menjadi wujud keterbukaan informasi publik Polresta Sumenep terkait pelaksanaan tugas dan hasil penegakan hukum di bidang pemberantasan narkotika.
Kapolresta Sumenep berharap Polri, pemerintah daerah, tokoh masyarakat, tokoh agama, dunia pendidikan, dan seluruh lapisan masyarakat terus memperkuat sinergi. Langkah itu untuk mendukung Sumenep yang aman, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkoba. (*)








