Dusun Legupit Pasuruan Beli Mobil Siaga Pakai Kas Warga

Sosial152 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news — Warga Dusun Legupit, Desa Karangrejo, Kabupaten Pasuruan, meluncurkan Mobil Siaga pada Sabtu (3/10/2026).

​Peluncuran mobil ini bertepatan dengan tradisi Ruwah Dusun Legupit.

​Warga mendanai pembelian mobil tersebut secara mandiri.

​Mereka memanfaatkan dana kas dusun berdasarkan hasil kesepakatan bersama.

​Mobil Siaga ini memprioritaskan layanan transportasi bagi warga kurang mampu.

​Fokus utamanya adalah mengantar pasien yang membutuhkan pengobatan rutin.

​Murni Dana Kas Dusun

​Kepala Dusun (Kasun) Legupit, Zakky Achmad, menjelaskan asal mula pendanaan kendaraan tersebut.

​Ia memastikan seluruh biaya bersumber langsung dari kas dusun.

​“Mobil siaga ini difokuskan untuk membantu warga sakit, khususnya masyarakat kurang mampu yang membutuhkan pengobatan rutin,” ujar Zakky.

​“Pengadaannya 100 persen bersumber dari kas dusun atas kesepakatan bersama seluruh warga dalam rapat,” tambahnya.

​Zakky menyebut kendaraan ini sangat penting bagi pasien cuci darah atau kemoterapi.

​Mereka seringkali kesulitan mencari kendaraan menuju rumah sakit untuk perawatan berkala.

​“Yang paling penting adalah manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh warga,” kata Zakky.

​“Ketika ada warga yang sakit dan membutuhkan kendaraan untuk berobat, terutama mereka yang kurang mampu, kami ingin hadir membantu,” ungkapnya.

​Bukan Mobil Jenazah

​Selain kebutuhan medis, warga bisa memakai mobil ini untuk aktivitas sosial dan keagamaan.

​Lembaga pendidikan, takmir masjid, dan musala juga diizinkan memanfaatkannya.

​Namun, Zakky menegaskan larangan penggunaan mobil tersebut untuk mengangkut jenazah.

​“Penggunaannya kami prioritaskan untuk pasien dan kegiatan sosial warga,” tegas Zakky.

​“Mobil ini bukan diperuntukkan sebagai mobil jenazah,” imbuhnya.

​Rencana Pengembangan Dusun

​Pengadaan Mobil Siaga merupakan langkah awal pemerintah dusun meningkatkan pelayanan umum.

​Pengurus dusun juga berencana membeli lahan baru ke depannya.

​Lahan tersebut akan menjadi lokasi pembangunan fasilitas PAUD dan Taman Kanak-kanak (TK).

​“Kami masih punya beberapa rencana untuk pengembangan dusun,” ucap Zakky.

​“Salah satunya menyiapkan lahan untuk sarana pendidikan,” lanjutnya.

​“Harapannya, kas dusun bisa terus dikelola secara transparan dan manfaatnya kembali kepada seluruh masyarakat,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *