SURABAYA, TRETAN.news — Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Jawa Timur resmi mengirim kadernya menempuh pendidikan tinggi di Tiongkok.
Ketua PW GP Ansor Jatim, H. Musaffa Safril, melepas keberangkatan Mohammad Zikky ke Tianjin University pada Kamis (1/10/2026).
Acara pelepasan tersebut berlangsung di Kantor PW GP Ansor Jatim, Kota Surabaya.
Zikky berhasil meraih beasiswa bergengsi ASEAN-China Young Leaders Scholarship (ACYLS).
Ia akan mempelajari Ilmu Komputer dan Teknologi di College of Intelligence and Computing.
Diplomasi Pendidikan Global
Musaffa menyebut program ini memperluas akses pendidikan internasional bagi generasi muda Nahdlatul Ulama (NU).
Ia menuntut kader Ansor Jatim memiliki kekuatan akademik dan keberanian bersaing secara global.
“Kami ingin kader Ansor Jawa Timur tidak hanya kuat secara organisasi, tetapi juga kuat secara akademik dan profesional,” ujar Musaffa.
“Mereka harus punya keberanian untuk masuk ke ruang-ruang global,” tambahnya.
Keberhasilan Zikky tidak lepas dari rekomendasi PW GP Ansor Jatim dan dukungan Konsulat Jenderal Tiongkok di Surabaya.
Menurut Musaffa, kerja sama pendidikan ini efektif membuka ruang diplomasi antargenerasi.
“Ketika anak muda Indonesia belajar di Tiongkok, terjadi pertukaran pengetahuan, pengalaman, budaya, dan cara pandang,” jelas Musaffa.
Buka Akses Beasiswa Baru
PW GP Ansor Jatim berharap Konjen Tiongkok terus menambah kuota beasiswa pada masa depan.
“Kami berharap ke depan semakin banyak kuota beasiswa yang dapat diberikan kepada kader Ansor Jawa Timur,” tegas Musaffa.
Ketua Bidang Pendidikan dan Pengembangan SDM PW GP Ansor Jatim, Abdulloh Hamid, turut mengapresiasi pencapaian ini.
Hamid menegaskan organisasi wajib memastikan seluruh kader dapat mengakses peluang pendidikan internasional.
“Organisasi harus menjadi jembatan antara kader dan kesempatan. Informasi beasiswa harus sampai ke bawah,” papar Hamid.
Ia meminta kader Ansor lainnya segera mempersiapkan diri mengikuti jejak Zikky menembus kampus luar negeri.
Zikky sendiri memandang kesempatan ini sebagai amanah besar membawa nama baik Indonesia di lingkungan akademik internasional.







