Merasa Geram Dengan Pemberitaan Yang Tidak Benar Pria Asal Sampang Akan Ambil Langkah Hukum

Berita570 Dilihat

Sampang, Tretan.news – Dengan beredarnya berita dari media online ataupun youtube, Haji Huzain (35) warga Jrengik Kabupaten Sampang Madura Jawa Timur, Geram serta merasa dipojokan atas sebuah pemberitaan di beberapa media online juga youtube channel yang viral terkait Penilangan di jembatan Suramadu, yang merusak citra dan nama baik seseorang.

Pasalnya dalam pemberitaan tersebut menyangkut nama baik seseorang seperti hal dirinya serta berimbas dengan keluarga karena menurutnya lndikasi pemberitaan yang viral itu bermotif pencemaran nama baik yang seolah – olah haji Huzain melawan atau mengumpat atau mencakar petugas
Ketika dilakukan penilangan tersebut.

Haji Huzain saat dihubungi serta memberikan klarifikasi menuturkan kepada awak media, Bahwa Pemberitaan menyangkut dirinya yang sempat viral tersebut, itu hanya berdasarkan dari satu sisi narasumber saja karena hanya lontaran dari pihak ke polisian yang mereka terima tapi tidak ada satupun media yang mencoba untuk konfirmasi ke pihak Haji Huzain selaku korban Dan menanyakan hasil keterangan pada waktu di BAP, memenuhi panggilan oleh pihak kepolisian polres Bangkalan.

“Kenapa semua pemberitaan itu kok berdasarkan hanya dari keterangan pihak polisi tanpa lakukan konfirmasi padahal para awak media yang memberitakan itu tidak tahu kejadian sebenarnya, hanya berdasarkan stantement yang dibuat oleh petugas
hingga menjadi pemberitaan yang ngawur. Setelah kejadian itu saya juga sudah membuat laporan ke propam atas kesalahpahaman,” tuturnya.

Setelah Haji Huzain membuat laporan dan pengaduan atas peristiwa penilangan, muncul berita baru media online di youtube channelnya yang reporternya berinisial A. F.E menyampaikan ulasannya seolah – olah wartawan itu tahu betul semua kejadiannya, padahal semua yang dia sampai kan hanya berdasarkan keterangan Polisi hingga beritanya di viral kan,

Yang sangat di sayangkan lagi seorang petugas PJR bisa bebas membuat video lalu di sebarkan hingga terjadinya pemberitaan yang tidak berimbang.

“Apa tujuan seorang petugas itu memvideo saya. Membuat konten kok menyudutkan masyarakatnya, apalagi dalam video tersebut,kok saya yang selalu diperlihatkan anarkis.Perlu diketahui bahwa kemarahan saya berawal tidak humanisnya petugas kepolisian Bangkalan, dalam melakukan tindakan juga melukai leher saya dengan cara mencakar,” tegasnya.

Haji Huzain juga menambahkan bahwa
Kesabaran itu ada batasnya. “Jangan sampai pemberitaan tersebut, Yang menurutnya sudah mengarah kepada pencemaran nama baik seseorang tersebut berkembang kemana-mana menjadi liar, masak hanya permasalahan perkara tilangan pemberitaan nya sampai seperti ini, lalu di mana letak keadilan nya buat rakyat biasa,” kata Haji Huzain.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *