Harapan Kapolres Sumenep Ketika Nobar Film Aku Rindu

TNI / Polri137 Dilihat

SUMENEP, Tretan.news – Polres Sumenep Madura Jawa Timur gelar nonton bareng (Nobar) Film Inspiratif dari Indonesia yang mengisahkan pejuangan Polri bersama sejumlah elemen masyarakat di Bioskop NSC Sumenep. Senin (23/10/2023).

Film inspiratif bejudul “Aku Rindu” ditonton sejak hari Senin – Kamis (23 – 26 Oktober 2023) oleh Personel Polres Sumenep bersama toga dan tomas. Film ini dibintangi aktor Samuel Rizal dan aktris Verlita Evelyn.

Kapolres Sumenep Akbp Edo Satya Kentriko.,S.H.,S.I.K.,M.H bersama Pejabat Utama Polres Sumenep dan Bhayangkari Cabang Sumenep turut hadir dalam menyaksikan film yang diproduksi Eng Ing Eng Picture tersebut.

Film yang disutradarai Key Mangunsong ini mengisahkan tentang pengabdian dan perjuangan tulus anggota Polri bersama istrinya, seorang ibu Bhayangkari di daerah terpencil di Nusa Tenggara Timur ( NTT ).

Nama ibu Bhayangkari yang diperankan Verlita yaitu Lailana. Sementara suaminya anggota Polri bernama Bayu ( Samuel Rizal ). Kisah ini berawal saat Lailana mengikuti suaminya ditugaskan ke desa terpencil di Larantuka Nusa Tenggara Timur ( NTT ).

Tak hanya menjadi istri yang patuh kepada suami, peran Lailana juga mampu memberikan dampak positif kepada lingkungan, khususnya dunia pendidikan. Lailana merupakan seorang guru. Lika liku kehidupannya sebagai seorang pengajar harus dilaluinya untuk mensukseskan cita-cita anak-anak desa yang tidak mampu bersekolah.

Kisah tersebut menggambarkan potret peran anggota Polri dan ibu Bhayangkari yang tidak pantang menyerah ditugaskan dimana saja. Dengan semangat yang tinggi dia bisa menjadi bermanfaat bagi lingkungan sekitar.

“Yang ingin saya sampaikan pertama kita harus mencintai dan bangga pada perfilman Indonesia karya anak bangsa sebagai wujud patriotisme anak bangsa terhadap produk anak negeri.

” Yang kedua Film tadi temanya kalau kita lihat adalah tentang bagaimana pengabdian Bhayangkara sejati yang siap ditugaskan dimanapun dalam kondisi apapun bahkan harus bertaruh nyawa.

” Ketiga Pengabdian seorang guru, dan ada kaitan dengan masalah penanganan TPPO sehingga film ini menjadi edukasi bagi masyarakat,” Kata Kapolres Sumenep Akbp Edo Satya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *