Gebyar Budaya Bhumi Pasuruan Hadirkan Selebrasi 1.000 Penari

Budaya208 Dilihat

PASURUAN, tretan.news – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Pasuruan menggelar acara Gebyar Budaya Bhumi Pasuruan pada Minggu (28/6/2026).

​Acara bertema “Mahakarya Puspitarum” tersebut berlangsung di kawasan objek Wisata Air Panas Wong Kepulungan, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan.

​Ribuan masyarakat memadati lokasi wisata tersebut untuk menyaksikan pertunjukan utama bertajuk Selebrasi 1.000 Penari.

​Selebrasi Tari Kolosal

​Sebanyak 1.000 penari dari berbagai sanggar seni di Kabupaten Pasuruan tampil membawakan tarian kolosal.

​Pertunjukan seni itu memadukan gerakan tari tradisional dengan narasi sejarah kejayaan wilayah Bhumi Pasuruan.

​Para penari tampil rapi di hadapan para pejabat daerah dan masyarakat yang memenuhi area panggung terbuka.

​Acara ini dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Pasuruan Mela Rusdi Sutejo dan Wakil Ketua DPRD Adinda Denisa.

​Hadir pula Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta unsur Forkopimcam Gempol.

​Identitas Budaya Baru

​Dalam sambutannya, Mela Rusdi Sutejo menyampaikan apresiasi tinggi atas lahirnya gerakan Tari Puspitarum tersebut.

​”Saya mengapresiasi karena Kabupaten Pasuruan kini sudah memiliki tari khas sendiri, yaitu Tari Puspitarum,” kata Mela Rusdi Sutejo.

​Menurut Mela, tarian baru ini menjadi identitas dan kebanggaan daerah yang wajib dijaga bersama.

​Dia berharap generasi muda di Kabupaten Pasuruan bersedia meneruskan serta melestarikan warisan budaya tersebut.

​”Harapan saya ke depan, anak-anak dan generasi muda dapat meneruskan serta menjaga budaya Kabupaten Pasuruan agar tidak punah,” ujarnya.

​Target Event Nasional

​Mela juga berharap Dinas Pariwisata terus mengembangkan skala pelaksanaan festival budaya ini ke depan.

​”Ke depan saya berharap kegiatan ini bisa lebih besar, lebih meriah, dan menjadi event tahunan yang bersifat nasional,” pungkasnya.

​Pemerintah daerah optimis ajang kebudayaan ini mampu mendongkrak sektor pariwisata sekaligus ekonomi kreatif di Pasuruan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *