BANGKALAN, TRETAN.news — Dugaan penyalahgunaan distribusi bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi mencuat di Kabupaten Bangkalan.
LSM Forum Aspirasi dan Advokasi Masyarakat (FAAM) DPC Bangkalan menyoroti temuan aktivitas yang diduga menggunakan galon untuk menampung BBM subsidi di salah satu SPBU kawasan Bangkalan Kota.
Ketua FAAM DPC Bangkalan, Tomi, mengatakan pihaknya menemukan sejumlah galon yang diduga berisi BBM subsidi jenis Pertalite disimpan di bagian belakang mobil Stasion.
“Kami menemukan adanya galon-galon yang berisi bbm bersubsidi jenis Pertalite disembunyikan di belakang mobil Carry. Dugaan kami, aktivitas tersebut dilakukan untuk mengelabui pengawasan.
Kami juga menduga ada kongkalikong antara tengkulak dengan oknum petugas SPBU sehingga praktik seperti ini masih bisa terjadi,” ujar Tomi.
Setelah menemukan dugaan tersebut, FAAM melakukan konfirmasi kepada salah satu pengawas SPBU berinisial Sl. Dalam keterangannya, Sl meminta agar konfirmasi dilanjutkan kepada admin SPBU berinisial Dn.
“Sekarang dipegang admin Dn. Besok perkiraan jam 09.00 WIB bisa ke POM dan bicara dengan admin, saya dampingi. Mobil itu punya operator berinisial J, biar kalau melanggar agar sadar diri. Besok tolong ke pom,” kata Sl.
FAAM meminta PT Pertamina Patra Niaga dan instansi terkait melakukan pemeriksaan terhadap dugaan pelanggaran tersebut.
Distribusi BBM subsidi perlu diawasi karena diperuntukkan bagi masyarakat yang berhak menerima.
“Pertamina Patra Niaga harus turun tangan melakukan pemeriksaan. Jika terbukti ada pelanggaran, jangan hanya diberikan teguran.
Berikan sanksi tegas agar menjadi efek jera bagi SPBU lain yang masih bermain-main dengan distribusi BBM subsidi,” tegasnya.
FAAM juga meminta aparat penegak hukum turut melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM subsidi di sejumlah SPBU wilayah Bangkalan untuk mencegah dugaan penyimpangan yang dapat merugikan masyarakat.







