Merawat Asinnya Sejarah, Menatap Masa Depan PT Garam

Artikel96 Dilihat

TRETAN.news – Layar raksasa di ballroom Shangri-La Hotel, Surabaya, menyala terang pada Sabtu malam (31/10/2026). Di sana, sejarah seolah berputar kembali.

Gemerlap lampu hotel bintang lima itu seketika meredup, berganti dengan kilasan visual yang menampilkan wajah-wajah legam para petambak garam, hamparan tambak tradisional, hingga megahnya mesin-mesin pabrik modern.

Video bertajuk “81 Tahun PT Garam Mengabdi untuk Negeri” itu membius seluruh mata yang hadir.

Malam itu, PT Garam (Persero) tidak sekadar merayakan hari jadi. Mereka sedang menarasikan ulang sebuah epik tentang ketekunan, keringat, dan butiran putih yang menghidupi Nusantara sejak era kolonial hingga menembus laju era digital.

Semua berpadu dalam satu tarikan napas tema besar yang tegas: Transform To Expand, Grow Beyond.

Harmoni dan Penghormatan Lintas Generasi

Suasana perayaan memadukan harmoni dan nostalgia. Deretan tokoh penting bangsa hadir menyaksikan momen bersejarah ini, mulai dari Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Wakil Kepala Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Iwan Sumule, hingga Deputi Bidang Koordinasi Sumber Daya Maritim Dandy Satria Iswara.

Grup musik legendaris Padi Reborn turut menghidupkan suasana panggung. Sang vokalis melempar sapaan hangat yang memantik memori.

“Sobat, delapan puluh satu tahun bukan waktu yang singkat. Sesuatu yang indah,” ucapnya.

Bait kalimat itu mewakili perjalanan panjang PT Garam. Perayaan malam itu sekaligus menjadi panggung penghormatan bagi para mantan Direktur PT Garam (Persero).

Mereka adalah sosok-sosok yang telah meletakkan fondasi kokoh bagi perusahaan.

Semangat kebersamaan lintas generasi ini menjadi pengingat yang kuat.

Transformasi besar yang PT Garam jalankan hari ini bukanlah sulap semalam, melainkan kelanjutan dari kerja keras dan pengabdian yang terawat selama delapan dekade lebih.

Loncatan Kinerja dan Visi Melampaui Batas

Saat Direktur Utama PT Garam (Persero), Ambraham Mose, melangkah ke podium, nada suaranya terdengar bergetar namun penuh ketegasan.

Ia menyadari sepenuhnya beban sejarah dan harapan besar di pundak perusahaan.

“Delapan puluh satu tahun bukan waktu yang singkat. Ada kerja keras, ketekunan, dan pengabdian lintas generasi.

Kepada seluruh pendahulu PT Garam, saya menyampaikan penghormatan dan terima kasih yang setinggi-tingginya,” ungkap Ambraham.

Ia menegaskan, tema Transform to Expand, Grow Beyond sama sekali bukan sekadar pemanis spanduk acara.

“Ini adalah arah strategis perusahaan untuk berani berubah, memperluas peluang, dan melampaui pencapaian sebelumnya,” tegasnya.

Bukti dari keberanian berubah itu tergambar dari angka. Ambraham memaparkan pencapaian gemilang perusahaan sepanjang tahun 2025.

PT Garam sukses membukukan pendapatan usaha sebesar Rp374,68 miliar, melonjak tajam hingga 67 persen.

Tidak hanya itu, laba bersih perusahaan juga tercatat menembus angka Rp112,02 miliar.

“Pencapaian ini merupakan buah kerja keras seluruh insan perusahaan. Ini menjadi modal berharga kita untuk melangkah lebih jauh,” tambahnya dengan raut optimis.

Mengawal Visi Swasembada 2027

Ke depan, langkah PT Garam tidak akan lagi sama. Mereka tidak mau hanya berpuas diri menjadi produsen dan penjual garam.

Perusahaan kini sedang memacu transformasi menjadi industri modern berbasis sumber daya air laut.

Strategi utamanya mencakup pengembangan teknologi, percepatan hilirisasi, hingga pemanfaatan potensi mineral laut yang memiliki nilai tambah tinggi bagi industri.

Namun, di atas semua ambisi finansial dan teknologi tersebut, ada satu panggilan Ibu Pertiwi yang harus mereka penuhi: kedaulatan pangan dan industri.

Keberhasilan sejati PT Garam tidak hanya diukur dari tebalnya laporan keuangan, tetapi dari seberapa besar kontribusi nyata mereka memerdekakan Indonesia dari ketergantungan impor.

Selaras dengan Peraturan Presiden Nomor 17 Tahun 2025, PT Garam kini memikul komitmen besar untuk mewujudkan swasembada garam nasional pada tahun 2027.

Mereka berlari mengejar target ini melalui penguatan kapasitas produksi, ekspansi industri hilir, dan perluasan kawasan tambak garam nasional.

Malam itu di Surabaya, di antara denting gelas dan gemuruh tepuk tangan, PT Garam membuktikan satu hal: sejarah mereka memang berawal dari rasa asin.

Namun melalui transformasi dan pengabdian panjang, rasa asin itu kini telah menjelma menjadi energi kemandirian bangsa yang tidak akan pernah hambar dimakan zaman.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *