PASURUAN, TRETAN.news – Lintas sektor di Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, memperkuat komitmen pencegahan stunting melalui Minilokakarya Tribulanan di Aula Kecamatan Gempol, Kamis (15/10/2026).
Pertemuan lintas instansi ini menyatukan pemahaman, validitas data, dan aksi terpadu guna mempercepat pengentasan masalah gizi pada balita.
Camat Gempol, perwakilan Koramil, Polsek Gempol, serta kader kesehatan seluruh desa menghadiri agenda koordinasi strategis tersebut.
Narasumber dari Puskesmas Gempol dan Puskesmas Kepulungan turut memaparkan panduan penanganan kesehatan masyarakat.
Prinsip Satu Gerak Lintas Sektor
Kepala Puskesmas Gempol dr. Arma Roostina Heliantin menegaskan, penanganan stunting menuntut keterlibatan aktif semua pihak secara berkelanjutan.
“Tujuan pertemuan ini adalah satu pemahaman, satu data, satu gerak,” tegas Arma saat memberikan sambutan.
Arma menerangkan, kesamaan pemahaman mendorong kesadaran masyarakat mendeteksi risiko stunting sejak masa sebelum kehamilan.
Sementara itu, akurasi data memastikan balita bergizi buruk serta keluarga berisiko mendapatkan penanganan medis secara tepat sasaran.
Setiap desa menyusun pembagian tugas, menunjuk penanggung jawab lapangan, serta menetapkan jadwal intervensi terukur.
Prevalensi Stunting Turun ke 3,91 Persen
Arma mengungkapkan, prevalensi stunting di Kabupaten Pasuruan menurun tajam dari 21,4 persen pada 2020 menjadi 3,91 persen pada 2025.
Kendati capaian menunjukkan tren positif, pihak puskesmas meminta seluruh kader terus memperketat pengawasan tumbuh kembang anak.
“Capaian ini perlu diikuti penguatan kolaborasi agar upaya pencegahan dan penanganan berjalan berkelanjutan,” papar Arma.
Ia memaparkan, kekurangan gizi kronis, kondisi kesehatan ibu, pola asuh, dan sanitasi buruk menjadi pemicu utama stunting.
Karena itu, pencegahan mutlak menyasar ibu hamil, pemberian ASI eksklusif, makanan pendamping bergizi, serta penimbangan posyandu secara berkala.
Edukasi Skrining Kanker Leher Rahim
Selain mengupas stunting, forum ini membekali peserta dengan sosialisasi pentingnya pemeriksaan pap smear bagi kaum perempuan.
Metode skrining ini efektif mendeteksi perubahan sel leher rahim sedini mungkin untuk mencegah potensi kanker serviks.
“Semoga Minilok Tribulanan Kecamatan Gempol ini mampu menjadi ruang evaluasi sekaligus penggerak aksi nyata,” pungkas Arma.







