Kemarau di Sampang Diprediksi Berlanjut hingga Desember 2026

Berita, Daerah137 Dilihat

SAMPANG, Tretan.News — Musim kemarau di Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, diperkirakan masih berlangsung hingga akhir November 2026 dan berpotensi berlanjut memasuki Desember. Kondisi tersebut menjadi perhatian Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sampang karena sejumlah wilayah masih menghadapi kekurangan air bersih.

Kasi Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Sampang, Muhammad Hosin, mengatakan perkiraan tersebut mengacu pada informasi dan prediksi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG).

Menurut Hosin, berdasarkan prediksi awal, musim kemarau diperkirakan berlangsung hingga akhir November 2026. Namun, apabila kondisi cuaca dan curah hujan belum mengalami perubahan signifikan, dampaknya masih dapat dirasakan hingga Desember.

“Berdasarkan BMKG, direncanakan sampai akhir November. Namun, jika diperlukan bisa masuk ke Desember,” ujar Hosin.

Prediksi tersebut sejalan dengan rilis BMKG mengenai musim kemarau 2026 di Jawa Timur. BMKG memprediksi sebagian besar wilayah Jawa Timur mengalami sifat hujan di bawah normal selama musim kemarau, sementara sejumlah wilayah juga berpotensi mengalami durasi kemarau yang lebih panjang dari kondisi normal. (BMKG Staklim Jatim)

Kondisi kemarau panjang tersebut turut meningkatkan kebutuhan masyarakat terhadap pasokan air bersih. BPBD Sampang hingga kini masih melakukan dropping air bersih secara bertahap ke wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan.

Hosin menjelaskan, penanganan sementara tetap dilakukan dengan memaksimalkan distribusi air bersih kepada masyarakat yang membutuhkan. Langkah tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah untuk memenuhi kebutuhan dasar warga selama sumber air mengalami penurunan akibat musim kemarau.

“Untuk sementara waktu BPBD masih terus melakukan dropping air bersih di wilayah-wilayah yang terdampak kekeringan,” jelasnya.

Selain penyaluran air bersih, BPBD juga menyebut adanya rencana dukungan anggaran melalui Dana Alokasi Khusus (DAK). Namun, proses penganggaran tersebut masih melalui mekanisme pembahasan di DPRD Kabupaten Sampang.

“Mengenai anggaran DAK itu ada sekitar seratus juta lebih, namun lewat DPRD prosesnya,” ungkap Hosin.

Sebelumnya, BPBD Sampang telah memetakan wilayah yang terdampak kekeringan dan kekurangan air bersih sebagai dasar penanganan di lapangan.

Data BPBD pada pertengahan 2026 mencatat puluhan desa di sejumlah kecamatan masuk wilayah terdampak, dengan beberapa daerah menjadi prioritas distribusi air bersih. (Antara News Jawa Timur)

Menghadapi kemungkinan kemarau yang masih berlangsung hingga akhir tahun, Hosin mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan tidak panik. Ia meminta warga menggunakan persediaan air secara bijak serta memprioritaskannya untuk kebutuhan utama.

“Masyarakat tetap tenang dan lebih meminimalisir penggunaan air bersih,” imbaunya.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar menghemat air untuk kebutuhan penting seperti minum, memasak, kebersihan dan kebutuhan rumah tangga lainnya. Menurutnya, penghematan air perlu dilakukan bersama karena distribusi bantuan air bersih harus disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

BPBD Sampang memastikan upaya penanganan kekeringan dan pemenuhan kebutuhan air bersih tetap dilakukan secara bertahap sesuai laporan serta kondisi wilayah yang terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *