BUMDes Gili Timur Bangkalan Panen Perdana 700 Labu Madu

UMKM120 Dilihat

BANGKALAN, TRETAN.news — BUMDes Nusa Asasta Desa Gili Timur, Kabupaten Bangkalan, sukses memanen 700 labu madu pada Jumat (2/10/2026).

​Pemerintah Desa Gili Timur mendanai pertanian ini melalui program ketahanan pangan Dana Desa.

​Pengurus BUMDes menanam 360 batang labu madu di atas lahan seluas 1.000 meter persegi.

​Hasil panen tersebut memiliki bobot rata-rata 1,5 hingga 2 kilogram per buah.

​Selama panen raya, pengelola menjual labu madu seharga Rp30.000 per kilogram kepada warga.

​Harga tersebut lebih murah dibandingkan harga normal di pasaran yang mencapai Rp35.000 per kilogram.

​Inovasi Pertanian Lokal

​Kepala Desa Gili Timur, Abdul Wepar, memprakarsai budidaya labu madu bersama pengurus BUMDes.

​Ia melihat peluang ekonomi besar karena petani Bangkalan belum banyak menanam komoditas ini.

​“Awalnya kami bersama perangkat desa, pengurus BUMDes Gili Timur, dan Pendamping Desa berdiskusi,” ungkap Wepar.

​“Kebetulan dalam diskusi tersebut kami berinisiatif mengelola pertanian labu madu,” tambahnya.

​Wepar memastikan budidaya ini memberikan hasil maksimal dan memiliki harga jual tinggi.

​Ia berharap pertanian labu madu terus berlanjut sebagai sumber ekonomi baru bagi desa.

​Tingkatkan Pendapatan Desa

​Kepala Bidang Pemberdayaan Masyarakat DPMD Bangkalan, Hery Liyanto Putra, mengapresiasi inovasi Desa Gili Timur.

​Hery mencatat acara ini sebagai panen raya labu madu pertama di wilayah Madura.

​“Ini adalah program ketahanan pangan melalui penyertaan modal BUMDes,” jelas Hery.

​Hery menilai program ini membuktikan BUMDes mampu menghasilkan manfaat nyata apabila pengelolaannya tepat.

​“Ini akan meningkatkan perekonomian desa dan bisa menambah PADes,” tegasnya.

​Hery berharap inovasi Gili Timur memotivasi desa-desa lain di seluruh Kabupaten Bangkalan.

​Antusiasme Masyarakat

​Panen raya ini turut menarik minat tinggi dari masyarakat setempat.

​Banyak warga rela mengantre sejak pagi untuk memetik langsung labu madu dari kebun.

​Susi Rahman, salah satu warga Desa Kamal, bahkan memborong labu madu hingga 18 kilogram.

​Ia menilai kebun desa tersebut memberikan pilihan bahan pangan baru yang berkualitas bagi warga.

​“Mudah-mudahan dapat meningkatkan potensi pertanian serta ketahanan pangan desa,” pungkas Susi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *