MADURA, Tretan.News – Presiden Madura United FC, Prof. Dr. Achsanul Qosasi, berharap Piala Dunia 2026 tidak hanya menghadirkan pertandingan berkualitas, tetapi juga memberikan dampak besar bagi perkembangan sepak bola dunia.
Menurut Achsanul Qosasi, turnamen sepak bola terbesar di dunia tersebut diharapkan mampu menjadi momentum yang membawa pengaruh positif bagi perkembangan sepak bola dan industri sepak bola modern.
“Piala Dunia kali ini semoga menyajikan pengaruh besar dalam sepak bola,” ujar Achsanul Qosasi saat menyampaikan pandangannya mengenai perjalanan sejarah Piala Dunia, Minggu (21/6/2026).
Dalam refleksinya, tokoh nasional asal Madura yang akrab disapa AQ itu mengenang sejumlah edisi Piala Dunia yang meninggalkan kesan mendalam, khususnya Piala Dunia 2010 di Afrika Selatan.
Menurutnya, turnamen tersebut memiliki karakter yang unik dan sulit dilupakan. Salah satu faktor yang membuatnya berkesan adalah lagu resmi turnamen yang dinilai memiliki melodi dan ritme terbaik sepanjang sejarah Piala Dunia.
Selain itu, kehadiran vuvuzela menjadi salah satu ciri khas Afrika Selatan selama penyelenggaraan turnamen. Suara terompet khas tersebut menghadirkan atmosfer yang unik di setiap pertandingan.
AQ juga menyoroti hadirnya sejumlah pemain yang kemudian menjadi bagian dari generasi emas sepak bola dunia. Nama-nama seperti Lionel Messi, Cristiano Ronaldo, Andres Iniesta hingga Asamoah Gyan menjadi bagian dari memori yang melekat dalam turnamen tersebut.
Meski mengagumi kemeriahan dan nuansa budaya yang ditampilkan Afrika Selatan, Achsanul Qosasi menilai standar tertinggi penyelenggaraan Piala Dunia hingga kini masih dimiliki Jerman saat menjadi tuan rumah pada 2006.
“Namun dalam hal penyelenggaraan, Piala Dunia 2006 di Jerman masih yang terbaik karena kepuasan suporter dan peserta yang hadir saat itu, ditambah drama seruduk dari Zidane,” tegasnya.
Menurut AQ, kenyamanan bagi suporter, fasilitas bagi peserta, serta kualitas penyelenggaraan yang ditampilkan Jerman menjadi faktor yang membuat Piala Dunia 2006 begitu berkesan.
Selain itu, final Piala Dunia 2006 yang diwarnai insiden kartu merah Zinedine Zidane turut menjadi salah satu momen yang paling diingat dalam sejarah turnamen tersebut.
Melalui refleksi terhadap sejumlah edisi Piala Dunia yang dianggap berkesan, Achsanul Qosasi berharap Piala Dunia 2026 mampu menghadirkan dampak besar bagi perkembangan sepak bola dunia.
Ia juga berharap kualitas penyelenggaraan yang ditunjukkan Jerman pada 2006 dan kemeriahan budaya yang ditampilkan Afrika Selatan pada 2010 dapat menjadi bagian dari kesuksesan Piala Dunia kali ini. (*)








