AGAYA Lahir di Bubutan, Arisan Jadi Alat Satukan Pemuda Madura

Berita, Sosial53 Dilihat

SURABAYA, tretan.news – Sejumlah tokoh pemuda dan sesepuh Madura berkumpul di Kampung Kepatihan, Alun-Alun Contong, Kecamatan Bubutan, Jumat (10/4/2026), membentuk perkumpulan arisan bernama AGAYA sebagai wadah memperkuat silaturahmi dan mendorong kemandirian ekonomi.

Pertemuan yang berlangsung sederhana namun penuh keakraban itu mempertemukan berbagai elemen, mulai dari tokoh muda hingga kalangan sepuh. Mereka sepakat membangun sebuah komunitas berbasis kebersamaan dengan tujuan menjaga kerukunan di tengah kehidupan perkotaan.

Arisan AGAYA dibentuk tidak hanya sebagai kegiatan rutin, tetapi juga sebagai ruang membangun solidaritas dan membuka peluang ekonomi bagi para anggotanya.

Dalam forum tersebut, Achmad Sairi dipercaya sebagai Ketua Arisan AGAYA. Ia menegaskan bahwa komunitas ini memiliki arah yang jelas melalui visi yang diusung bersama.

“Menjadikan Arisan AGAYA sebagai komunitas yang kuat, berintegritas, dan berdaya, dengan menjunjung tinggi kehormatan, komitmen, serta kebersamaan dalam persaudaraan,” ujarnya.

Menurutnya, keberadaan AGAYA diharapkan mampu membangun kepercayaan antaranggota dengan menjadikan kejujuran sebagai fondasi utama.

Selain itu, komitmen dan tanggung jawab bersama juga ditekankan sebagai bagian dari menjaga kehormatan komunitas.

Pengelolaan arisan akan dilakukan secara tertib, transparan, dan profesional guna memastikan keberlanjutan program.

Tidak hanya itu, kepedulian sosial antaranggota menjadi salah satu nilai yang dijaga agar setiap anggota dapat saling mendukung dalam menghadapi berbagai situasi.

AGAYA juga diarahkan untuk mendorong kemandirian ekonomi anggotanya melalui sistem arisan yang dinilai mampu memberikan manfaat nyata dan tepat sasaran.

“Tak Harus Sedarah Kita Bersaudara,” menjadi motto yang dipegang sebagai simbol kuatnya ikatan dalam komunitas tersebut.

Kehadiran Arisan AGAYA diharapkan menjadi titik awal terbentuknya komunitas yang solid, tidak hanya dalam mempererat silaturahmi, tetapi juga dalam membangun kekuatan ekonomi bersama di tengah masyarakat.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *