Kapal Pesiar Westerdam Berlabuh di Surabaya, Perkenalkan Kehidupan Kampung ke Wisatawan Internasional

Berita, Budaya, Pariwisata150 Dilihat

SURABAYA, ‎TRETAN.news — Program wisata darat atau shore excursion menjadi bagian penting dalam setiap kunjungan kapal pesiar. Hal tersebut terlihat saat MS Westerdam bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak  membawa ratusan wisatawan mancanegara untuk mengenal Surabaya lebih dekat sebelum melanjutkan pelayaran.

‎24 Desember 2025. Sebanyak 354 wisatawan mengikuti kegiatan wisata yang dikoordinasikan oleh Cruise Asia. Mereka diberangkatkan menggunakan delapan bus wisata, tiga bus tujuan Trowulan, serta sejumlah kendaraan pribadi untuk paket tur khusus. Seluruh armada telah disiapkan sejak pagi hari, menciptakan alur keberangkatan yang tertib dan terorganisir.

Karakteristik wisatawan yang didominasi kelompok lanjut usia menjadi pertimbangan utama dalam perencanaan rute dan durasi kunjungan.

‎Para wisatawan pun didampingi pemandu wisata berlisensi dari Himpunan Pramuwisata Indonesia (HPI) yang berperan memberikan penjelasan destinasi sekaligus memastikan perjalanan berlangsung aman dan nyaman.

Selama kurang lebih 5,5 jam, wisatawan diajak mengenal sejarah dan keragaman budaya Surabaya melalui sejumlah destinasi utama. Selain bangunan bersejarah seperti Hotel Majapahit dan Joko Dolog, wisatawan juga mengunjungi tempat ibadah lintas agama yang mencerminkan toleransi kota ini, termasuk Gereja Katolik Kelahiran Santa Perawan Maria dan Pura Agung Jagat Karana.

Salah satu agenda penting dalam rangkaian wisata tersebut adalah kunjungan ke Kampung Wisata Peneleh Heritage. Kampung ini dipilih karena memiliki nilai historis tinggi serta kehidupan sosial budaya yang masih terjaga.

Meski waktu kunjungan relatif singkat, sekitar 40 menit, wisatawan memperoleh gambaran utuh tentang kehidupan kampung kota di Surabaya.
‎Beragam aktivitas keseharian warga ditampilkan secara langsung, mulai dari permainan tradisional anak-anak, pengolahan bahan makanan, hingga kerajinan tangan berbasis UMKM.

Wisatawan juga menyaksikan tradisi pembuatan sesajen canang oleh warga keturunan Bali yang menetap di kawasan tersebut.

‎Keberagaman budaya yang hidup berdampingan di Kampung Peneleh diperkuat dengan busana tradisional yang dikenakan anggota Pokdarwis serta sambutan hangat warga yang menyapa wisatawan di sepanjang rute kunjungan. Interaksi ini menjadi nilai tambah yang memberi kesan mendalam bagi para tamu.

Kunjungan ke rumah kelahiran Bung Karno menjadi penutup rangkaian wisata di Peneleh. Destinasi ini tidak hanya memperkenalkan tokoh penting sejarah Indonesia, tetapi juga memperkaya pemahaman wisatawan tentang perjalanan bangsa.

Melalui kunjungan kapal pesiar MS Westerdam, Surabaya kembali menunjukkan kesiapan sebagai destinasi wisata yang tidak hanya menawarkan objek fisik, tetapi juga pengalaman budaya berbasis masyarakat.

‎Kampung Wisata Peneleh Heritage diharapkan terus menjadi etalase kehidupan lokal yang memperkuat citra pariwisata Surabaya di tingkat internasional.

Oleh: Yoni Astuti
‎Pemandu Wisata

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *