TPT Jalan Kepulungan Pasuruan Ambrol 20 Meter, Satu Pemotor Terperosok

Investigasi156 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Tanggul Penahan Tanah (TPT) jalan kabupaten penghubung Desa Kepulungan dan Desa Randupitu, Kecamatan Gempol, Kabupaten Pasuruan, ambrol sepanjang 20 meter.

​Longsoran di tiga titik berdekatan tersebut membahayakan pengendara, bahkan satu pemotor telah terperosok ke dalam lubang ambrolan.

​Merespons bahaya tersebut, Pemerintah Desa Kepulungan memasang rambu peringatan darurat di sekitar lokasi longsoran pada Rabu (14/10/2026).

​Langkah darurat ini bertujuan mencegah jatuhnya korban baru di jalur antardesa dengan volume lalu lintas padat tersebut.

​Akar Pohon Rusak Konstruksi Plengsengan

​Sekretaris Desa Kepulungan, Fahrudin Salim, menyebutkan longsoran melanda tiga titik dengan ketinggian plengsengan mencapai tiga meter.

​Akar pohon perindang diduga menjalar ke sela material hingga merusak ketahanan dinding penahan tanah itu.

​“Sudah ada korban, yakni pengendara motor yang terperosok ke dalam lubang cukup menganga,” ungkap Fahrudin.

​”Karena itu, hari ini kami memasang rambu-rambu tanda bahaya agar tidak ada korban lagi,” lanjutnya.

​Fahrudin menilai jalan ini berperan penting menopang mobilitas harian masyarakat antardesa, terutama pada jam kerja.

​Kondisi jalur makin rawan karena ambrolan menganga tepat di tepi badan aspal yang dilintasi kendaraan bermotor.

​Pemdes Desak Perbaikan Dinas Terkait

​Pihak desa telah melaporkan kerusakan infrastruktur tersebut secara resmi kepada instansi pemerintah daerah terkait.

​“Untuk penanganan selanjutnya, kami sudah melaporkan kondisi tersebut kepada dinas terkait,” terang Fahrudin.

​Pemdes Kepulungan meminta Dinas Bina Marga dan Bina Konstruksi Kabupaten Pasuruan segera membangun dinding penahan permanen.

​Perbaikan segera sangat krusial guna menghentikan erosi sebelum intensitas curah hujan tinggi menerjang wilayah Gempol.

​“Kami berharap segera diperbaiki, apalagi sebentar lagi memasuki musim penghujan,” pungkas Fahrudin.

​”Kami khawatir titik longsor bertambah luas jika tidak segera ditangani,” tandasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *