Peringatan Hari Kesaktian Pancasila di Kyai Mudrikah Padukan Nilai Kebangsaan dan Pendidikan Pesantren

Berita, Pendidikan202 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News – MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning memperingati Hari Kesaktian Pancasila pada 1 Oktober 2026 melalui upacara bendera dan permainan edukatif.

Kegiatan tersebut berlangsung dalam suasana khidmat dan edukatif dengan melibatkan para santri sebagai peserta.

Upacara bendera menjadi bagian awal kegiatan. Setelah itu, santri mengikuti permainan bertema Kesaktian Pancasila sebagai pembelajaran kontekstual.

Kegiatan tersebut mempertemukan nilai kebangsaan dengan kultur pendidikan pesantren melalui pengalaman, interaksi, dan praktik kehidupan bersama.

MTs dan MA Kyai Mudrikah mengaitkan nilai Pancasila dengan kehidupan pendidikan pesantren.

Nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dapat tumbuh melalui kebiasaan kehidupan santri.

Permainan edukatif digunakan untuk melatih kerja sama, komunikasi, kepemimpinan, tanggung jawab, sportivitas, dan penghargaan terhadap perbedaan.

Nilai tersebut juga diintegrasikan dengan tujuh pilar utama dan dua pilar penopang IBS PKMKK. Kerangka tersebut mencakup penguatan kecakapan akademik, spiritualitas, bahasa, kreativitas, pengalaman, dan riset dalam proses pendidikan.

Pilar-pilar tersebut menjadi kerangka pembiasaan yang mendorong santri mengembangkan kemampuan belajar mandiri, berkomunikasi, membaca, bereksperimen, melakukan penelitian, dan presentasi.

Pembina Upacara, Ust. Althaf Afida, M.Pd., menyampaikan pesan mengenai penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan santri.

Pesan tersebut menempatkan nilai Pancasila dalam tiga ruang, yakni cara berpikir, cara berbicara, dan cara berperilaku.

Cara berpikir diarahkan pada nilai ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan. Cara berbicara ditekankan pada kesantunan, penghormatan, dan tanggung jawab.

Sementara itu, perilaku diarahkan pada integritas, gotong royong, disiplin, dan kepedulian terhadap sesama.

Nilai tersebut juga diperkaya dengan tradisi pesantren yang menempatkan adab, ilmu, ketawadhuan, dan penghormatan kepada guru.

Peringatan tersebut menjadi ruang pembelajaran sosial bagi santri melalui interaksi selama upacara dan permainan edukatif.

Santri belajar menghormati orang lain, bekerja bersama, menaati aturan, serta menyelesaikan perbedaan melalui dialog. Santri juga belajar menempatkan kepentingan bersama di atas kepentingan individual.

Melalui kegiatan tersebut, pendidikan kebangsaan dan pendidikan pesantren ditempatkan dalam satu proses pembentukan karakter santri.

Pancasila menjadi fondasi kehidupan kebangsaan, sementara pendidikan pesantren memberikan penguatan moral dan pembentukan karakter.

MTs dan MA Kyai Mudrikah Kembang Kuning berharap proses tersebut membentuk santri yang kuat dalam ilmu dan matang dalam akhlak.

Kegiatan tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran kebangsaan, keterbukaan dalam pergaulan, serta kemampuan menjaga persatuan. (*)

 

Santri MTs MA Kyai Mudrikah mengikuti upacara Hari Kesaktian Pancasila

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *