Reses di Gempol, Anggota DPRD Pasuruan Serap Usulan Budidaya Ikan Warga

Pemerintahan239 Dilihat

PASURUAN, TRETAN.news – Anggota DPRD Kabupaten Pasuruan Nik Sugiharti menampung usulan pengembangan budidaya ikan air tawar dari warga Desa Wonokoyo, Kecamatan Beji.

Aspirasi pemberdayaan ekonomi tersebut mengemuka saat Reses I Tahun Sidang 2026–2027 di Rumah Aspirasi Desa Kejapanan, Kecamatan Gempol, Sabtu (24/10/2026).

Dalam forum temu konstituen itu, warga mengusulkan pembuatan kolam ikan lele guna membuka peluang usaha produktif di desa.

Nik memastikan seluruh masukan warga Kecamatan Gempol dan Beji akan masuk ke meja pembahasan dewan melalui mekanisme resmi.

“Setiap aspirasi warga, termasuk program budidaya ikan air tawar atau kolam lele, menjadi perhatian kami,” ujar Ketua DPD Partai Golkar Pasuruan itu.

Ia menambahkan, pihaknya bersama eksekutif daerah terus mengupayakan formula pelayanan terbaik untuk mendorong pemulihan kesejahteraan warga.

Alur Pengajuan Program Dinas

Nik menjelaskan, Dinas Perikanan Kabupaten Pasuruan sebetulnya sudah menjalankan stimulus serupa berupa pelatihan budidaya, bibit ikan, dan bantuan kolam.

Namun, ia mengingatkan seluruh bantuan pemerintah daerah wajib melewati prosedur administrasi serta verifikasi lapangan yang berlaku.

“Pengajuan program memang butuh proses. Usulan yang masuk kami tampung dan perjuangkan sesuai mekanisme anggaran yang ada,” tutur Nik.

Karena itu, Nik meminta masyarakat terus memanfaatkan masa reses dewan untuk menyuarakan peta persoalan lingkungan secara berkala.

Konsolidasi Struktur Partai

Selain menampung program perikanan, pertemuan tersebut turut memperkuat rantai koordinasi struktur pengurus partai dari tingkat kecamatan hingga perdesaan.

Penguatan jaringan pengurus tingkat dusun dinilai vital guna merespons aspirasi warga lebih awal, termasuk melibatkan generasi muda lokal.

Rangkaian reses ditutup dengan pembagian paket bantuan sembako kepada para peserta dalam rangka memperingati HUT ke-62 Partai Golkar.

Nik berharap realisasi program perikanan tersebut bisa berjalan bertahap dengan mempertimbangkan skala prioritas serta kemampuan anggaran daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *