PASURUAN, TRETAN.news – Ratusan peserta memeriahkan gelaran Prigen Coffee Fest 2026 di kawasan Hutan Cempaka, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, pada 16–17 Oktober 2026.
Festival ini tidak sekadar menggelar kompetisi meracik kopi berkualitas. Acara ini juga mendorong pergerakan ekonomi warga sekaligus melestarikan alam Gunung Arjuno.
Kolaborasi Barista dan Petani
Cempaka Foundation bersama Toko Kopi Jaya Lestari menginisiasi kegiatan tahunan tersebut. Sebanyak 150 peserta mengikuti empat kategori kompetisi bergengsi.
Peserta beradu keterampilan pada kategori Latte Art, Manual Brew, Es Kopi Susu, dan kompetisi tradisional Kreweng.
Kompetisi Kreweng menantang peserta menyangrai kopi memakai tungku tanah liat. Petani perempuan setempat turun langsung mendemonstrasikan tradisi kuno tersebut.
Direktur Eksekutif Cempaka Foundation, Sarifudin Lathif, memaparkan tujuan pengenalan kembali metode sangrai kreweng kepada masyarakat luas.
“Hal ini tentu sejalan dengan misi Cempaka Foundation untuk mendorong pengembangan ekonomi lokal yang berakar pada budaya lokal,” ungkap Sarifudin.
Ia berharap Prigen Coffee Fest 2026 terus menjadi jembatan kolaborasi antara manusia, kelestarian alam, serta kreativitas pelaku industri kopi.
Donasi Bibit untuk Lingkungan
Panitia penyelenggara juga menggagas program Barista Meets Farmer. Program edukasi ini melibatkan enam kelompok tani di wilayah Kecamatan Prigen.
Setiap pendaftar wajib menyumbangkan satu bibit pohon kopi unggulan. Petani akan menanam bibit ini untuk menjaga resapan air dan mencegah erosi.
Komunitas PLTD RUN Pandaan turut menyemarakkan suasana festival melalui ajang lari lintas alam bertajuk Forest Beats Run.
Penampilan sejumlah musisi lokal seperti Tropical Forest, Ska rat’s, hingga The Boddah sukses menutup kemeriahan festival kopi tersebut.







