PASURUAN, TRETAN.news – Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, resmi menerbitkan Surat Edaran (SE) yang mengajak masyarakat menggelar Salat Istisqa.
Langkah spiritual ini bertujuan memohon turunnya hujan di tengah krisis kekeringan dan ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Jawa Timur.
Khofifah menyampaikan instruksi ini usai memimpin rapat terbatas bersama Bupati Pasuruan, Rusdi Sutejo, di Prigen, Rabu (21/10/2026).
Surat Edaran untuk Ormas dan Pesantren
Khofifah mengarahkan SE tersebut kepada pondok pesantren, Dewan Masjid Indonesia (DMI), dan Majelis Ulama Indonesia (MUI).
Pimpinan organisasi Islam di Jawa Timur juga menjadi sasaran utama surat edaran tersebut.
Khofifah berharap berbagai elemen masyarakat menggelar salat sunah ini secara masif agar hujan segera membasahi wilayah yang terdampak.
“Mohon ke pesantren, Dewan Masjid, dan semua ormas keagamaan untuk menggelar salat istisqa dan berdoa agar diturunkan hujan yang bermanfaat, hujan yang membawa rahmat,” ujar Khofifah.
Mitigasi Teknis Atasi Karhutla
Selain ikhtiar spiritual, Khofifah menegaskan pentingnya upaya mitigasi teknis dan pencegahan secara langsung di lapangan.
Rapat terbatas sebelumnya berfokus membahas penanganan dampak karhutla di Taman Hutan Raya (Tahura) Raden Soerjo dan wilayah Hutan Cempaka.
Khofifah mengutip prediksi BMKG yang menyebut musim hujan tahun ini turun lebih lambat, yakni pada periode Desember hingga Februari.
Bahkan, periode musim hujan pada tahun berikutnya diprediksi akan berlangsung lebih singkat dari biasanya.
Kondisi cuaca ekstrem ini memperbesar risiko kebakaran hutan, sehingga pemadaman saja tidak cukup menuntaskan masalah.
”Apa yang menjadi rekomendasi Balai Gakkum harus menjadi mitigasi bersama,” tegas Gubernur Khofifah.
Ia meminta seluruh instansi pemerintah menindaklanjuti rekomendasi Balai Penegakan Hukum (Gakkum) secara terarah dan terpadu.
Koordinasi lintas instansi sangat krusial untuk meminimalisasi kerusakan lingkungan akibat amukan api di kawasan hutan pelestarian.







