Penuhi Syarat Calon Ketua PWI Jatim, Cak Anam Pilih Tak Maju demi Hormati Cak Item

Berita, Tokoh285 Dilihat

PAMEKASAN, Tretan.News – Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pamekasan, Hairul Anam, memastikan tidak akan maju sebagai calon Ketua PWI Jawa Timur periode 2026–2031 dalam Konferensi XVI PWI Jatim.

Keputusan tersebut diambil meski Hairul Anam, yang akrab disapa Cak Anam, memenuhi seluruh persyaratan pencalonan. Ia memilih menghormati petahana Ketua PWI Jatim, Lutfil Hakim atau Cak Item, yang dinilainya telah memimpin organisasi dengan baik.

“Garis keturunannya Cak Item dari Pakong, Pamekasan. Taretan dhibik (saudara sendiri). Apalagi, selama memimpin PWI Jatim, beliau sangat luar biasa,” ujar Cak Anam, Selasa (13/10/2026).

Dosen Universitas Bahauddin Mudhary (UNIBA) Madura itu juga menyatakan telah berkoordinasi dengan para ketua dan pengurus PWI se-Madura mengenai keputusannya tersebut.

“Saya sudah berkoordinasi dengan seluruh ketua dan pengurus PWI se-Madura, bahwa saya tidak akan maju sebagai calon Ketua PWI Jatim,” tegasnya.

Cak Anam memastikan pengurus PWI Pamekasan yang memiliki hak pilih akan mendukung kembali Lutfil Hakim dalam Konferensi XVI PWI Jatim.

Penuhi Seluruh Persyaratan Pencalonan

Keputusan Cak Anam tidak maju menjadi perhatian karena ia disebut memenuhi seluruh kriteria pencalonan berdasarkan Peraturan Organisasi (PO) PWI Nomor 1 Tahun 2026 dan AD/ART hasil Kongres PWI 2025 yang disahkan pada Konkernas Banten 2026.

Dari tujuh persyaratan utama yang ditetapkan panitia, Cak Anam memenuhi kriteria, mulai dari keanggotaan biasa minimal lima tahun hingga pengalaman dalam kepengurusan daerah.

Persyaratan lainnya mencakup tidak memiliki afiliasi partai politik dan memiliki izin perusahaan pers.

Cak Anam juga menjabat sebagai direktur utama salah satu perusahaan pers berbadan hukum di Madura. Ia disebut sebagai satu-satunya asesor Uji Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers yang berasal dari Madura.

Karier jurnalistik Cak Anam dimulai ketika duduk di semester enam Universitas Annuqayah, yang dahulu bernama INSTIKA. Saat itu, ia menjadi kontributor Harian Surya dan NU Online sekaligus memimpin Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Fajar.

Ia kemudian mengembangkan kapasitas jurnalistiknya di Pusat Data Annuqayah di bawah bimbingan Kiai Muhammad Naqib, Kiai Muhammad Shalahuddin A Warits, dan Kiai M. Mushthafa.

Ketiganya disebut sebagai kiai intelektual lulusan Universitas Gadjah Mada (UGM) dan sejumlah perguruan tinggi di Eropa.

Selain menghormati petahana, Cak Anam menyebut amanah anggota di daerah sebagai pertimbangan untuk tidak maju ke tingkat provinsi.

Ia mengaku tidak ingin mengecewakan kepercayaan anggota yang telah mengamanahkannya memimpin PWI Pamekasan hingga 2028.

Pendaftaran Calon Ketua PWI Jatim Dibuka 13–15 Oktober

Sementara itu, panitia Konferensi XVI PWI Jatim membuka pengambilan formulir bakal calon Ketua PWI Jatim dan Ketua Dewan Kehormatan Provinsi (DKP) PWI Jatim periode 2026–2031 pada 13–15 Oktober 2026.

Ketua Panitia Konferensi XVI PWI Jatim, Machmud Suhermono, menyampaikan bahwa pengambilan formulir berlangsung di Kantor PWI Jatim, Jalan Taman Apsari Nomor 15–17, Surabaya.

“Pengambilan formulir sudah bisa dilakukan mulai tanggal 13 Oktober hingga 15 Oktober 2026, di Kantor PWI Jatim,” terang Machmud.

Bakal calon yang mengambil formulir wajib melengkapi 14 dokumen administrasi. Dokumen tersebut meliputi kartu UKW Utama, surat keputusan kepengurusan, pakta integritas, dan kelengkapan dukungan.

Berdasarkan Surat PWI Pusat Nomor 959/PWI-P/LXXX/X/2026 tertanggal 10 Oktober 2026, Daftar Pemilih Sementara (DPS) Revisi Konferensi XVI ditetapkan sebanyak 418 Anggota Biasa.

Dengan jumlah tersebut, setiap bakal calon wajib mengantongi minimal 10 persen dukungan atau setara 42 dukungan sah bermeterai dari Anggota Biasa yang tercatat dalam DPS Revisi.

Machmud menegaskan bahwa dukungan hanya dihitung apabila berasal dari anggota yang tercantum dalam daftar pemilih tersebut.

“Yang dijadikan acuan dukungan anggota adalah DPS Revisi yang telah ditetapkan oleh PWI Pusat. Meskipun dia Anggota Biasa PWI Jatim, tetapi tidak masuk dalam DPS Revisi, dukungannya tidak berlaku,” tegas Machmud.

Panitia menjadwalkan penyerahan kembali berkas pendaftaran beserta seluruh lampirannya pada 15–20 Oktober 2026.

Panitia juga memastikan pelayanan penerimaan berkas tetap dibuka pada hari libur, termasuk Sabtu dan Minggu, sebelum hasil verifikasi akhir dikirimkan ke PWI Pusat. (*)

 

Ketua PWI Pamekasan Hairul Anam menyatakan tidak maju sebagai calon Ketua PWI Jawa Timur

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *